Sistem anti rudal atau Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik militer AS sekarang beroperasi di Korea Selatan (Korsel), menurut pejabat AS
Korea Utara (Korut) pada Senin memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba nuklir kapan saja dan di lokasi manapun yang ditetapkan oleh kepemimpinannya.
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menegaskan Amerika Serikat (AS) akan menanggung sendiri sistem pertahanan rudal THAAD.
Korea Utara diketahui kembali meluncurkan uji coba rudal balistik di wilayah utara ibukota Pyongyang.
Korea Utara (Korut) kembali uji coba rudal balistik pada Sabtu setelah kelompok kapal induk USS Carl Vinson tiba di perairan dekat semenanjung Korea.
Korea Utara melakukan ujicoba rudal balistik Sabtu (29/4), kata militer Korea Selatan dan AS, menentang tekanan kuat dari Amerika Serikat dan sekutu utama.
Juru Bicara, Moon Jae-in mengatakan, langkah militer Amerika Serikat (AS) untuk menerapkan Sistem pertahanan anti-rudal, Terminal Hight Altitude Area Defence (THAAD) sangat disesalkan, Rabu (26/4).
Pasukan Militer Amerika Serikat mulai memindahkan sistem pertahanan antirudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang kontroversial ke Korea Selatan (Korsel) di tengah memuncaknya ketegangan mengenai program rudal dan nuklir Korea Utara
USS Michigan bukan kapal selam biasa. Kapal tersebut dibekali tenaga nuklir untuk mengangkut 154 rudal jelajah Tomahwak.
Agenda dadakan diperkirakan karena Pyongyang sedang bersiap melakukan uji coba rudal atau uji coba nuklir keenamnya yang kemungkinan jatuh pada Selasa (25/4) tepat peringatan 85 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea (TRK).