Memupus kemiskinan ekstrem menjadi 0% dilakukan pada level desa berbasis data mikro.
Melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) ini juga sangat membantu banyak orang, termasuk bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sudah saatnya para pelaku usaha ultra mikro dibantu. Holding UMI ini harus bisa menyasar lapisan bawah yang selama ini tidak terfasilitasi oleh perbankan.
Jadi pemulihan sektor ekonomi bukan hanya menyasar perbaikan indikator dalam skala makro. Namun, tambahnya, ekonomi skala mikro juga harus menjadi target dalam perencanaan.
Salah satu strategi pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 adalah pemulihan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kalau pemulihan ekonomi kita didorong oleh usaha mikro, membuat yang mikro menjadi formal, menaruh dia di dalam konteks perbankan, memberikan dia pemberdayaan, maka naik kelasnya akan bisa lebih cepat.
Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menjaga agar jangan sampai pengusaha gulung tikar, terutama bagi pengusaha kecil yang memang sangat rentan dengan gejolak harga.
Sebanyak 64,53 persen dari total debitur tersebut merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengharapkan, ProKUS bisa tumbuh dan berkembang seiring dengan usaha ekonomi mikro melalui pendampingan dan inkubasi bisnis terus dilakukan.
Dengan sinergi ketiga BUMN ini, kita percaya Holding BUMN UMi dapat lebih sistematis dan masif dan kemudahan dalam pembiayaan dan peningkatan pemberdayaan usaha mikro.