Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun keluarga terutama untuk menyiapkan generasi unggul, sehat (jasmani dan rohani), cerdas dan akan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa harus dimulai dari hulu.
Mahasiswa merupakan garda depan konsumen cerdas dan berdaya yang mampu melakukan penyebaran informasi dan edukasi, baik melalui media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat.
Tujuannya, agar tidak melahirkan anak pendek, tidak cerdas dan mudah sakit-sakitan.
Desa cerdas menjadi kerangka kerja untuk membangun akuntabilitas, peran, dan tanggung jawab otoritas pengambil keputusan agar lebih efektif dan efisien.
Saat ini Jumlah duta desa digital sebanyak 48 orang. Nantinya, 48 duta digital yang berasal dari 18 kabupaten ini akan menangani lima desa.
Desa Cerdas merupakan gabungan digitalisasi teknologi dengan pengembangan sumber daya alam yang ada.
Desa Cerdas adalah Desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa.
Menurutnya, mahasiswa merupakan garda depan konsumen cerdas dan berdaya yang mampu melakukan penyebaran informasi dan edukasi, baik melalui media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat.
Safrizal menuturkan, berbagai kota besar di dunia, termasuk Indonesia, berlomba-lomba menerapkan TI dalam berbagai pelayanannya, mulai dari administrasi, transportasi, kesehatan, hingga pengelolaan sampah.
Pengembangan smart village harus sejalan dengan kearifan lokal. Ia tak ingin pemanfaatan teknologi di desa mematikan budaya dan tradisi baik yang sudah ada.