Olahraga

Como Ukir Rekor Gol Tandang Terbesar sepanjang Sejarah Eropa

Como mencatat kemenangan bersejarah 9-1 atas Lens di Liga Champions, mencetak rekor gol tandang terbesar dalam sejarah kompetisi Eropa.
Pelatih Como, Cesc Fabregas (Foto: TMW)

Lens, Jurnas.com - Como mencatatkan kemenangan bersejarah di panggung Liga Champions setelah membantai tuan rumah Lens dengan skor telak 9-1 di Stade Bollaert-Delelis, pada Kamis (5/11) dini hari. Ini menjadi rekor gol tandang terbesar sepanjang sejarah kompetisi Eropa sekaligus melesat ke peringkat keempat klasemen sementara.

Pesta gol skuad asuhan Cesc Fabregas diawali oleh hat-trick penyerang Tasos Douvikas serta sumbangan gol dari Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan pemain berusia 18 tahun Matteo Papaccioli.

Keperkasaan tim tamu sudah terlihat sejak awal laga ketika Tasos Douvikas membuka keunggulan pada menit ke-7 dan mencetak gol keduanya pada menit ke-32. Nico Paz memperlebar keunggulan menjadi 3-0 sebelum jeda babak pertama lewat sepakan terukur.

Di babak kedua, Como semakin tidak terbendung dengan tambahan gol dari Da Cunha, Kempf, gol ketiga Douvikas, serta gol hiburan Lens yang dicetak oleh Aguilar. Masuknya pemain muda Mattia Liberali memberikan assist untuk gol ketujuh, sebelum Baturina dan Papaccioli menutup pesta sembilan gol.

Kemenangan dengan selisih delapan gol ini menyamai rekor kemenangan terbesar di Liga Champions yang pernah dicatatkan oleh Liverpool pada 2007 dan Real Madrid pada 2015.

Usai laga, Cesc Fabregas mengingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa dan tetap fokus menghadapi tantangan berikutnya di liga domestik melawan Inter Milan. "Ini adalah malam yang membahagiakan. Inilah sepak bola, hari ini segalanya berjalan sesuai keinginan kami," ujar Fabregas dikutip dari Tuttomercatoweb.

"Namun sekarang kami harus tetap berpijak di bumi dan tetap rendah hati, kami harus terus bekerja keras. Kita harus belajar dari hal ini, bukan untuk berakting seperti tim besar. Kita harus belajar sekarang agar tidak larut dalam publisitas berlebihan atau berpikir bahwa pekerjaan telah selesai," dia menambahkan.

Dukungan Presiden dan Penyesalan Lens

Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Como, Mirwan Suwarso. Melalui pesan hangat di media sosial, pengusaha asal Indonesia tersebut menyampaikan rasa bangga dan kekagumannya terhadap kinerja tim di bawah arahan Fabregas.

"Cesc Fabregas, sebuah hak istimewa dan kehormatan bisa menganggapmu sebagai seorang rekan kerja. Saya benar-benar kagum, dan penerbangan malam ini tidak akan terasa mengganggu lagi," ujar Mirwan.

Di sisi lain, kekalahan tragis di kandang sendiri meninggalkan duka mendalam bagi kubu Lens. Pelatih Lens, Yannick Cahuzac, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa dan menyebut hasil pertandingan tersebut sebagai sebuah pukulan telak bagi timnya.

"Satu-satunya kata yang terlintas di pikiran saya adalah penghinaan. Kami didominasi di semua lini. Saat situasi masih panas, sulit untuk menjelaskannya. Kami harus fokus pada diri sendiri dan memahami apa yang tidak berjalan. Namun, berpikir bahwa saya akan menyerah berarti Anda sangat tidak mengenal saya. Kami akan menegakkan kepala dan terus melangkah ke depan," kata juru taktik Lens tersebut.