Olahraga

Lothar Matthaus: Atletico Era Simeone Mirip Real Madrid Mourinho

Lothar Matthaus menilai Atletico era Simeone mirip dengan Real Madrid yang diasuh Jose Mourinho.
Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus (Foto: Diario AS)

Munich, Jurnas.com - Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, membagikan pandangannya mengenai peta persaingan klub-klub besar Eropa menjelang laga krusial Liga Champions antara Atletico Madrid vs Bayern Munich di Stadion Metropolitano.

Pemenang Ballon d'Or 1990 tersebut menilai bahwa gaya permainan Atletico di bawah asuhan Diego Simeone memiliki kemiripan dengan pendekatan taktis Real Madrid pada era kepemimpinan Jose Mourinho. Menurutnya, karakter tersebut sangat kontras dengan filosofi dominan dan ofensif yang diusung oleh Bayern Munich.

Dalam kesempatan tersebut, Matthaus mengenang kembali duel bersejarah antara Bayern Munich dan Atletico pada final Piala Eropa 1974. Laga pertama kala itu berakhir imbang 1-1 melalui gol Luis Aragones dan balasan menit akhir Schwarzenbeck, sebelum Bayern menang telak 4-0 pada laga ulang lewat dua gol Gerd Muller dan Uli Hoeness.

Mengenai peta kekuatan saat ini, Matthaus menegaskan bahwa Atlético Madrid tidak mengutamakan penguasaan bola tinggi. Sebaliknya, skuad asuhan Simeone lebih mengandalkan pertahanan yang sangat kokoh, kedisiplinan tinggi, serta kecepatan serangan balik yang sangat vertikal.

"Saya bisa menceritakan Bayern hari ini yang selalu memegang identitas ofensif dan berusaha mendominasi permainan, karena itu sudah menjadi karakter klub sejak dulu," ujar Matthaus dikutip dari Diario AS pada Senin (2/11).

"Sementara itu, Atlético Madrid di bawah Diego Simeone menerapkan sistem yang berbeda, lebih kompak, agresif, dan sedikit mirip dengan Real Madrid pada era Jose Mourinho," dia menambahkan.

Pujian untuk Hansi Flick di Barcelona

Selain mengulas laga di Metropolitano, Matthaus juga memberikan pandangan positifnya terkait kiprah pelatih FC Barcelona saat ini, Hansi Flick. Matthaus yang pernah bermain bersama Flick di final Piala Eropa 1987 saat membela Bayern Munich, menganggap penunjukan pelatih asal Jerman tersebut sebagai keberuntungan besar bagi klub Catalan

Menurut Matthaus, Flick berhasil melanjutkan tradisi sepak bola menyerang dari pelatih-pelatih legendaris seperti Johan Cruyff, Frank Rijkaard, Pep Guardiola, Ronald Koeman, hingga Xavi.

Dia menambahkan bahwa meski Flick membawa DNA ofensif khas Bayern Munich, skuad Barcelona memiliki materi pemain yang secara teknis bahkan lebih siap untuk mengontrol jalannya pertandingan secara penuh.