London, Jurnas.com - Tottenham Hotspur harus bersaing ketat dengan Manchester City untuk mengamankan jasa bek kanan Villarreal, Alexander Freeman, pada bursa transfer mendatang. Perekrutan Freeman menjadi langkah strategis bagi Spurs, demi menambah kedalaman skuad asuhan Roberto De Zerbi di Liga Premier.
Di sisi lain, ancaman sanksi aturan keuangan yang membayangi The Citizens diprediksi dapat memberi keuntungan bagi The Lilywhites dalam perburuan pemain tim nasional Amerika Serikat tersebut.
Performa Spurs saat ini menunjukkan tren positif dengan mengemas tiga kemenangan beruntun di liga, termasuk kemenangan 2-0 atas Crystal Palace pada Sabtu lalu. Kendati demikian, terbatasnya opsi rotasi di sektor pertahanan menjadi perhatian serius manajemen klub.
Keputusan Spurs membidik bek kanan baru tidak lepas dari kondisi fisik Pedro Porro. Meskipun bek asal Spanyol tersebut dinyatakan siap kembali merumput, klub memilih bersikap hati-hati guna mencegah timbulnya risiko cedera hamstring yang lebih parah.
Absennya Porro membuat gelandang muda Archie Gray terpaksa digeser untuk mengisi posisi bek kanan dalam tiga pertandingan terakhir. Kehadiran Freeman yang memiliki nilai pasar £12,5 juta di Transfermarkt, akan memberikan pelapis sepadan di lini belakang sekaligus memungkinkan Gray kembali ke posisi aslinya di lini tengah.
Statistik Mentereng Freeman
Alexander Freeman mencatatkan lonjakan karier yang signifikan usai tampil mengesankan bersama tim nasional Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026 di bawah arahan pelatih Mauricio Pochettino. Pemain berusia 22 tahun tersebut mengemas satu gol dan satu assist dari lima penampilan di ajang dunia tersebut.
Di level klub bersama Villarreal musim ini, Freeman telah tampil sebanyak 14 kali di semua kompetisi. Di La Liga, dia mencatatkan 10 laga dengan enam kali di antaranya sebagai starter. Sejauh ini, dia telah membukukan satu kontribusi gol, 43,6 umpan akurat per laga, dan 60 persen memenangkan duel.
Di sisi lain, City kerap menjadi destinasi utama bagi para pemain muda berbakat. Namun, potensi sanksi berat akibat dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier, termasuk ancaman degradasi, membuat situasi di Etihad Stadium menjadi penuh ketidakpastian.
Kondisi tersebut dinilai dapat membuat Freeman ragu memilih City, yang pada akhirnya melapangkan jalan bagi Spurs untuk memenangkan perburuan tanda tangan sang pemain.






