News

BMKG Prakirakan Hujan Ringan Dominasi Kota Besar Hari Ini

BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi pada masa peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi pada masa peralihan musim di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (4/11).

Kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik Utara Pulau Biak, sehingga membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Prakirawan BMKG menyampaikan bahwa pembentukan sirkulasi siklonik tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Laut Filipina serta kawasan di sekitar sirkulasi tersebut.

"Waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada masa peralihan musim. Pantau terus informasi cuaca, sesuaikan aktivitas dalam melakukan perjalanan, tetap waspada, selamat beraktivitas," ujarnya, dipantau dari tayangan Youtube di Jakarta, Rabu (4/11).

Selain itu, BMKG menerbitkan peringatan khusus bagi para pengguna transportasi udara terkait potensi kemunculan awan hujan atau kumulonimbus di wilayah penerbangan.

Area yang perlu diwaspadai meliputi perairan Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan Bengkulu, wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara hingga tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta kawasan Papua, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Untuk sebaran cuaca di Pulau Sumatra, potensi hujan ringan diprakirakan melingkupi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, hingga Bandar Lampung.

Sementara di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi mengguyur Serang, Jakarta, dan Semarang, sedangkan Surabaya dan Kupang diprediksi berawan tebal. Wilayah Bandung berpotensi diselimuti asap atau kabut, sedangkan Yogyakarta, Denpasar, dan Mataram berpotensi mengalami kondisi udara kabur.

Bergeser ke Pulau Kalimantan, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin, sementara Tanjung Selor berpotensi asap atau kabut serta Samarinda mengalami udara kabur. Di Pulau Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju dan Manado, Makassar berawan tebal, serta Palu, Gorontalo, dan Kendari berpotensi diselimuti asap atau kabut.

Untuk wilayah Maluku dan Papua, BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan petir di Nabire dan Jayawijaya, hujan ringan di Sorong dan Jayapura, kondisi berawan tebal di Manokwari, asap atau kabut di Ambon dan Merauke, serta udara kabur di Ternate.

Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut juga diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia Selatan Jawa Timur.

Mengenai kondisi wilayah pesisir, BMKG mengimbau para nelayan dan warga untuk mengantisipasi potensi timbulnya banjir rob.

"Masyarakat pesisir juga diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi adanya banjir di pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Tengah, dan pesisir Kalimantan Selatan," ujarnya.