Gaya Hidup

Mengapa Hari Numbat Sedunia Diperingati Setiap 4 November?

Setiap tangal 4 November, komunitas pecinta satwa dan dunia konservasi internasional memperingati Hari Numbat Sedunia.
Ilustrasi - Hari Numbat Sedunia setiap 4 November (Foto: Getty Images)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 4 November, komunitas pecinta satwa dan dunia konservasi internasional memperingati Hari Numbat Sedunia (World Numbat Day).

Peringatan ini hadir untuk memusatkan perhatian publik global terhadap nasib numbat (Myrmecobius fasciatus), mamalia marsupial unik pemakan rayap asal Australia Barat yang kini statusnya terancam punah di habitat aslinya. 

Secara konsisten, kampanye perlindungan satwa ini digelar untuk menggalang kepedulian masyarakat, mendukung program pembiakan konservasi, serta mencegah kepunahan total mamalia langka ini. 

Inisiatif Organisasi Konservasi dan Sejarah Penetapannya

Hari Numbat Sedunia pertama kali digagas dan diluncurkan pada tahun 2015 oleh Project Numbat Inc., sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi khusus untuk menyelamatkan populasi numbat di Australia. Inisiatif ini digulirkan sebagai respons atas penurunan drastis populasi numbat di alam liar sejak era 1970-an. 

Penyebab utama merosotnya populasi satwa ikonik ini adalah hilangnya habitat alami akibat pembukaan lahan, bahaya kebakaran hutan, serta munculnya predator invasif seperti rubah merah Eropa dan kucing liar yang memangsa mereka tanpa kendali.

Hari Numbat Sedunia secara resmi ditetapkan untuk dirayakan pada hari Sabtu pertama di bulan November setiap tahunnya. Penetapan jadwal ini disesuaikan dengan agenda tahunan lembaga konservasi internasional dan Perth Zoo—satu-satunya lembaga di dunia yang memiliki program pembiakan penangkaran resmi bagi numbat. 

Pentingnya Perlindungan Mamalia Marsupial Terancam Punah

Meskipun numbat ditetapkan sebagai mamalia lambang resmi negara bagian Australia Barat, keberadaannya di alam bebas diperkirakan tersisa kurang dari 1.000 ekor. Hal ini menjadikan numbat salah satu hewan paling rentan dan membutuhkan intervensi penyelamatan manusia secara intensif. 

Berbeda dari mayoritas hewan marsupial lainnya seperti kangguru atau koala yang aktif di malam hari (nocturnal) dan memiliki kantong perut, numbat merupakan hewan diurnal (aktif di siang hari) serta tidak memiliki kantong penyimpanan bayi.

Melalui kampanye tahunan setiap bulan November ini, berbagai lembaga konservasi dunia berharap masyarakat global tidak hanya mengenal keunikan ekologis numbat, melainkan turut berkontribusi aktif dalam mendukung penggalangan dana, penelitian sains, serta pemulihan ekosistem satwa liar di alam.