Singapura, Jurnas.com - Maskapai penerbangan berbiaya hemat Scoot mengumumkan perpanjangan pembatalan rute penerbangan antara Singapura dan Jeddah hingga 28 Februari 2027, akibat dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah.
Keputusan ini berdampak langsung pada jadwal penerbangan TR796 rute Singapura–Jeddah serta penerbangan balasan TR797 Jeddah–Singapura. Langkah tersebut menunda potensi pemulihan layanan maskapai Scoot di wilayah tersebut selama hampir tiga bulan, dari batas awal yang sebelumnya dijadwalkan hingga 2 Desember.
Melalui pembaruan imbauan perjalanan yang dirilis pada Senin (2/11), pihak maskapai memastikan kompensasi dan kemudahan penyesuaian bagi seluruh penumpang yang terkena dampak perubahan jadwal ini.
Pihak maskapai menjamin hak-hak penumpang yang penerbangannya dibatalkan selama periode penangguhan tersebut. Manajemen Scoot menyediakan fasilitas pemulihan biaya secara menyeluruh bagi pelanggan yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka.
"Pelanggan yang terdampak oleh pembatalan penerbangan ini dapat mengajukan pengembalian dana secara penuh (full refund) jika mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka," kata Scoot dikutip dari CNA pada Selasa (3/11).
Bagi pelanggan yang melakukan pemesanan tiket secara langsung melalui platform resmi Scoot, proses pengajuan pengembalian dana dapat diproses dengan menghubungi maskapai via email. Sementara itu, bagi konsumen yang melakukan transaksi pembelian melalui agen perjalanan atau maskapai mitra, diminta untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh penanganan lebih lanjut.
"Pelanggan juga sangat disarankan untuk memperbarui rincian kontak mereka melalui fungsi 'Manage My Booking' di situs web kami atau berlangganan layanan pemberitahuan seluler untuk menerima pembaruan mengenai status penerbangan mereka," jelas Scoot.
Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Keamanan Timur Tengah
Kebijakan perpanjangan pembatalan rute oleh Scoot ini menyusul langkah perusahaan induknya, Singapore Airlines (SIA), yang sebelumnya telah menangguhkan layanan penerbangan rute Singapura–Dubai hingga 28 Februari 2027 dengan alasan kondisi keamanan kawasan yang belum kondusif.
Dunia penerbangan internasional terus mencermati potensi eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul ancaman serangan militer Israel ke Iran serta laporan spekulasi tindakan militer Amerika Serikat pasca-pemilihan sela pada 3 November. Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance menyampaikan optimisme terkait kemajuan negosiasi diplomatis dengan Teheran untuk meredam potensi bentrokan baru.
Di sisi lain, ketegangan keamanan di Jazirah Arab masih membayangi jalur penerbangan akibat pertempuran antara milisi Houthi yang didukung Iran melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Intensitas serangan milisi Houthi ke fasilitas vital Arab Saudi meningkat, termasuk insiden penyerangan bandara Riyadh yang memicu penutupan operasional selama dua minggu, serta klaim serangan terbaru yang menargetkan bandara Dammam, instalasi radar peringatan dini, hingga pesawat angkut militer Saudi.






