News

Rusia Perkuat Cengkeraman Diplomatik di Afrika, 8 Kedutaan Baru Dibuka

Bagikan:FacebookX
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Rusia memperluas pengaruh diplomatik dan ekonominya di Afrika dengan membuka delapan kedutaan baru sejak KTT Rusia-Afrika pada 2023. Dengan penambahan tersebut, total kedutaan Rusia di benua itu kini mencapai 48, menurut Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin menyampaikan hal tersebut saat KTT Rusia-Afrika dan Forum Ekonomi serta Kemanusiaan Rusia-Afrika ketiga berlangsung di Moskow, Kamis. Ia mengatakan, perluasan jaringan diplomatik menjadi bagian dari langkah sistematis Rusia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Afrika.

“Saya ingin menyebutkan langkah-langkah sistematis yang diambil pihak Rusia untuk memperluas kehadiran diplomatiknya di benua itu. Sejak KTT sebelumnya pada 2023, delapan kedutaan baru Rusia mulai beroperasi di negara-negara Afrika, sehingga jumlah totalnya mencapai 48,” kata Putin.

Di sisi lain, Putin menyambut rencana Botswana, Seychelles, dan Togo untuk membuka kedutaan di Moskow dalam waktu dekat. Menurut dia, Rusia mendukung langkah ketiga negara tersebut untuk memperluas hubungan diplomatik dengan Rusia.

Selain memperkuat hubungan diplomatik, Rusia berupaya memperluas kehadiran ekonominya di Afrika melalui jaringan perwakilan perdagangan. Putin menyebut Rusia saat ini memiliki enam perwakilan perdagangan yang aktivitasnya mencakup 16 negara Afrika.

Rusia juga meningkatkan pasokan pupuk mineral ke benua tersebut. Menurut Putin, pengiriman pupuk Rusia ke Afrika mencapai sekitar 1,5 juta ton pada tahun lalu dan telah melampaui 2,2 juta ton pada tahun ini.

Di bidang keuangan, Putin mengatakan penggunaan rubel dalam transaksi komersial Rusia-Afrika telah mencapai hingga 85 persen. Ia menilai penggunaan mata uang Rusia tersebut dapat membantu melindungi hubungan perdagangan kedua pihak dari pengaruh eksternal.

“Porsi rubel dalam transaksi komersial Rusia-Afrika saat ini sudah mencapai hingga 85 persen. Hal ini memungkinkan kami melindungi pertukaran ekonomi dari pengaruh eksternal,” ujarnya.

Putin juga menyatakan Rusia tertarik memindahkan sejumlah fasilitas produksi ke Afrika di tengah tekanan eksternal yang dihadapi negaranya. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan terkait pemindahan fasilitas produksi harus tetap berada di tangan pemerintah negara-negara Afrika.

Rangkaian KTT Rusia-Afrika dan Forum Ekonomi serta Kemanusiaan Rusia-Afrika ketiga di Moskow menjadi wadah bagi Rusia untuk membahas hubungan diplomatik, perdagangan, dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara di benua Afrika. (*)

Sumber: Anadolu