Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dukungannya membantu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meraih hasil lebih baik dari perkiraan dalam pemilihan parlemen Israel. Namun, hasil sementara menunjukkan blok politik Netanyahu masih belum mengamankan mayoritas di parlemen.
Dengan 48 persen kotak suara telah dihitung pada Rabu pagi, blok Netanyahu diproyeksikan memperoleh 55 kursi di Knesset yang memiliki total 120 kursi. Jumlah tersebut masih kurang enam kursi untuk mencapai mayoritas pemerintahan.
Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 50 kursi. Hasil tersebut masih bersifat sementara karena penghitungan suara belum selesai.
Trump menyampaikan klaim tersebut kepada wartawan setelah kembali dari rangkaian kampanye di Texas. Ia mengatakan dukungan terbuka yang diberikan kepada Netanyahu kemungkinan berpengaruh terhadap hasil pemilu.
“Saya pikir ketika dukungan itu disampaikan, hal itu sangat membantunya,” kata Trump.
Ia juga mengaku mendengar bahwa Netanyahu memperoleh hasil yang cukup baik, bahkan mungkin menang atau imbang. Menurut Trump, hasil imbang dalam situasi tersebut dapat dianggap sebagai kemenangan.
Meski mengklaim dukungannya berdampak positif, Trump mengatakan dirinya belum berbicara dengan Netanyahu setelah pemilu berlangsung.
Pada Minggu, Trump menyatakan dukungan penuh kepada Netanyahu melalui pernyataan yang menyebut, “Complete and Total Endorsement” atau dukungan penuh dan total.
Dukungan itu diberikan ketika posisi politik Netanyahu menjadi sorotan dalam kampanye pemilu. Kepemimpinannya menghadapi pengawasan terkait persoalan keamanan, perang di Gaza, serta penanganan hubungan internasional Israel.
Pernyataan Trump mengenai hasil pemilu tersebut muncul ketika blok Netanyahu belum mencapai mayoritas berdasarkan penghitungan sementara. Dengan 55 kursi yang diproyeksikan, Netanyahu masih membutuhkan dukungan tambahan untuk membentuk pemerintahan dengan mayoritas di parlemen.
Adapun blok oposisi yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan memperoleh 50 kursi. Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada hasil penghitungan suara yang belum tuntas.
Di luar persaingan politik dalam negeri, kepemimpinan Netanyahu juga menjadi perhatian internasional karena perang Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Menurut otoritas Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023. Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga dilaporkan rusak atau hancur.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Secara terpisah, Mahkamah Internasional (ICJ) tengah memeriksa perkara yang diajukan Afrika Selatan dan didukung sejumlah negara, yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Perkara di ICJ tersebut berbeda dari proses di ICC yang menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant. (*)
Sumber: Anadolu






