Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan usulan kontroversial agar perusahaan-perusahaan teknologi membayar dividen atau kompensasi finansial langsung kepada masyarakat lokal di sekitar lokasi pembangunan pusat data (data center).
Langkah ini dinilai Trump sebagai solusi efektif untuk meredam gelombang penolakan dari warga sekitar, terhadap ekspansi masif fasilitas infrastruktur digital yang mendukung teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (21/10/2026), Trump menekankan pentingnya kesepakatan finansial yang saling menguntungkan antara raksasa teknologi dan warga lokal.
Trump mengklaim bahwa kompensasi finansial secara langsung sanggup mengubah sikap penolakan keras masyarakat menjadi dukungan penuh terhadap keberadaan proyek pusat data tersebut.
"Saya telah mengamati proses ini secara cermat, dan pusat data yang tadinya sangat tidak populer di area tertentu, menjadi sangat populer ketika sebuah kesepakatan finansial berhasil dicapai," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, sebagaimana dikutip dari CNA.
Diketahui, pembangunan pusat data penunjang teknologi AI belakangan ini memang menjelma menjadi titik panas perselisihan politik dan sosial di berbagai wilayah pedesaan maupun pinggiran kota di seluruh AS.
Gelombang penolakan dari masyarakat lokal lintas spektrum ideologi tersebut umumnya dipicu oleh kekhawatiran atas lonjakan konsumsi daya listrik yang ekstrem, pasokan air bersih, serta dampak lingkungan sekitar.
Dengan adanya skema pembayaran dividen atau alokasi dana khusus bagi warga lokal, pengembang fasilitas pusat data diharapkan dapat menjalin hubungan harmonis sekaligus mempercepat izin operasional di wilayah pemukiman.






