Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, agar tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga etalase produk UMKM transmigran yang dapat menjangkau pasar global.
Dorongan tersebut disampaikan Wamentrans Viva Yoga saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Transmigrasi Denpasar di Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (5/11/2026). Dalam kunjungan itu, dia meninjau sejumlah fasilitas, termasuk ruang kelas, lahan percontohan atau demplot, serta sarana pembenihan ikan.
Di area demplot, terdapat berbagai tanaman sayuran dan buah-buahan, seperti nanas, melon, cabai, pisang, dan pepaya. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari sarana pelatihan dan pemberdayaan yang dimiliki balai.
Wamentrans Viva Yoga menilai Balai Transmigrasi Denpasar memiliki posisi strategis untuk dikembangkan. Selain mendukung program Kementerian Transmigrasi, lokasinya berada di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Setiap hari, wisatawan, terutama dari luar negeri, terlihat melintas di depan balai. Kondisi ini dinilai membuka peluang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan yang dihasilkan masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Kita kembangkan Balai Transmigrasi Denpasar tidak hanya sebagai tempat pelatihan namun juga etalase global. Di tempat ini Kita pasarkan produk-produk UMKM para transmigran” ujar Wamentrans dalam keterangan ertulis diterima di Jakarta, Jumat (6/11).
Peluang untuk memasarkan produk transmigran ke global sangat tinggi sebab selain tempat etalase berada di kawasan wisata mancanegara, produk yang dihasilkan para transmigran merupakan produk yang popular dan banyak diminati oleh wisatawan seperti kopi, coklat, snack, dan produk UMKM lainnya.
“Dari Kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah dan Lampung, transmigran menghasilkan berbagai jenis kopi dan coklat,” tuturnya. Kopi sebagai minuman yang digemari banyak orang tentu menjadi potensi besar untuk memasarkan produk yang banyak dihasilkan dari kawasan transmigrasi. Demikian pula coklat dan snack produk transmigran.
Viva Yoga mengatakan dalam pengembangan Balai Transmigrasi Denpasar bisa bersinergi dengan pihak swasta. Hadirnya pihak swasta disebut akan mempercepat pembangunan dan melengkapi fasilitas pendukung pariwisata. “Kementerian Transmigrasi kerap melakukan sinergi dengan pihak lain dalam rangka mengembangkan kawasan dan pemberdayaan transmigran,” ucapnya.





