Jakarta, Jurnas.com - Ancaman bom di dalam pesawat memengaruhi sejumlah penerbangan penumpang di seluruh Eropa pada hari Kamis, menyebabkan gangguan yang luas, sementara beberapa penerbangan telah mendarat dengan selamat.
Tiga penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Irlandia Ryanair dari Kopenhagen, Madrid, dan London ke ibu kota Bulgaria, Sofia, menerima ancaman bom sebelum mendarat dengan selamat, menurut laporan media Bulgaria.
Pemeriksaan keamanan tidak menemukan adanya benda berbahaya di dalam pesawat pada penerbangan mana pun, sementara investigasi masih berlangsung dan langkah-langkah keamanan diperketat di bandara-bandara yang terdampak, ungkap laporan media.
Sementara itu, sebuah penerbangan LOT Polish Airlines dari Warsawa mendarat dengan selamat di Bandar Udara Brussel setelah adanya laporan mencurigakan terkait pesawat tersebut, menurut laporan media Belgia BRUZZ, mengutip Kantor Berita Belga.
Menyusul laporan mencurigakan serupa, penerbangan LO331 milik maskapai tersebut yang menuju Paris dihentikan saat sedang bergerak di area Bandar Udara Chopin Warsawa, seperti dilaporkan stasiun penyiaran Polandia TVN24.
Pemeriksaan keamanan tidak menemukan barang berbahaya, dan LOT menyatakan bahwa penerbangan itu akan dilanjutkan dengan pesawat pengganti.
Pada Kamis yang sama, dilaporkan adanya peringatan bom yang melibatkan tiga penerbangan penumpang dengan keberangkatan dari atau menuju Italia, yang menyebabkan penerbangan-penerbangan tersebut dialihkan atau mendapat pengawalan militer, lansir kantor berita Italia ANSA.
Pesawat Airbus A320 milik Aer Lingus yang terdampak insiden saat terbang dari Dublin ke Roma dialihkan ke pangkalan udara Prancis di Evreux sebelum dikawal oleh sebuah jet tempur Rafale Prancis. Seluruh 151 penumpang dan enam awak pesawat dilaporkan selamat, dengan tim penjinak bom bersiap untuk memeriksa pesawat.
Penerbangan Finnair dari Helsinki ke Roma dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Italia. Sementara itu, penerbangan terpisah dari Helsinki ke Wina, yang dioperasikan oleh Jettime atas nama Finnair, juga menerima sebuah ancaman tetapi mendarat sesuai jadwal, menurut maskapai Finlandia tersebut.
Kepolisian Ceko pada Kamis menyebutkan melalui unggahan di media sosial X bahwa pihaknya bekerja sama dengan Bandar Udara Praha untuk mempersiapkan pendaratan empat pesawat setelah menerima ancaman bom yang melibatkan perangkat peledak yang diduga dipasang di dalam pesawat. Mereka menilai tingkat kredibilitas ancaman tersebut rendah.
Tidak lama kemudian, kantor berita Ceko CTK mengutip pernyataan seorang juru bicara kepolisian yang menyatakan bahwa tidak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat pada keempat penerbangan tersebut.
Masih pada Kamis, media Bulgaria juga melaporkan bahwa beberapa penerbangan di Eropa telah menerima ancaman bom sejak awal pekan, termasuk dua penerbangan yang menuju Sofia pada Selasa (3/11), dengan hasil pemeriksaan memastikan ancaman bom tersebut palsu.





