https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Antariksa V, Mimpi Besar Indonesia Lahirkan Astronot

Aliyudin Sofyan | Senin, 10/05/2021 20:34 WIB



Di dunia nyata, Indonesia pernah memiliki dua orang astronot, Pratiwi Sudarmono dan Taufik Akbar. Keduanya gagal berangkat karena insiden pesawat ulang alik Challenger di tahun 1986. Ketua MPR, Bambang Soesatyo mendatangi studio pembuatan film Antariksa V, di Bali, Senin (10/5/21). (Foto: MPR)

Bali, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung setiap usaha kreatif anak bangsa. Seperti ditunjukan cineas muda Gusti Handoko melalui Vektor Pictures, yang sedang menggarap film Antariksa V.

Berkisah tentang usaha Indonesia pada dekade 2030an dalam membuktikan dirinya sebagai negara maju dengan proyek teknologi yang paling ambisius dan berisiko, yakni program eksplorasi ruang angkasa Antariksa.

"Film mengisahkan usaha pengiriman astronot Indonesia pertama, Alice, ke luar angkasa dan mendaratkannya ke Bulan. Namun semuanya tidak berjalan lancar. Alice hilang saat melakukan pendaratan di bulan bersama misi Antariksa IV, yang membuat program Antariksa dipertanyakan kelayakan dan tujuannya," ujar Bamsoet saat mendatangi studio pembuatan film Antariksa V, di Bali, Senin (10/5/21).

Baca juga :
Mensos Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat dan Tepat Sasaran

Bamsoet menjelaskan, Alice dikisahkan sebagai single mother yang meninggalkan anak tunggalnya di Bumi. Oleh sebagian kalangan, ia dianggap sebagai pahlawan. Namun bagi sebagian kalangan lainnya, proyek Antariksa dianggap pemborosan.

Rekan-rekan astronot Alice, seperti Rendra, Gita, dan Surya pun berusaha memperjuangkan agar misi Antariksa V dapat dilanjutkan, tidak hanya untuk menyelesaikan misi Antariksa IV tapi juga untuk mencari tahu alasan pasti hilangnya Alice.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

"Film ini menekankan, bahwa setiap program eksplorasi pasti memiliki risiko, dan tidak setiap pencapaian dapat dinilai dengan uang," jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, pemilihan astronot sebagai personifikasi superhero merupakan simbol yang paling tepat. Di dunia nyata, Indonesia pernah memiliki dua orang astronot, Pratiwi Sudarmono dan Taufik Akbar. Keduanya gagal berangkat karena insiden pesawat ulang alik Challenger di tahun 1986 dan krisis moneter yang melanda sehingga mereka harus kembali lagi ke Indonesia karena keterbatasan dana.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

"Hingga hari ini, Indonesia masih belum kembali menyentuh mimpi yang sama untuk melahirkan astronot. Melalui film Antariksa V, kita harap bisa menggugah kesadaran semua pihak, khususnya untuk memotivasi generasi muda, sehingga mimpi besar Indonesia memiliki astronot bisa segera terwujud," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Antariksa V Astronot

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777