https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

JTZ Ajak Anak Muda Birukan Langit

Redaksi | Kamis, 29/04/2021 14:25 WIB



Selain kegiatan Tantangan 7 Hari untuk Bumi yang terus dipertahankan, pihak penyelenggara juga menggelar beberapa inisiatif yang dekat dengan kawula muda. JTZ peringati hari Bumi

Jakarta, Jurnas.com - Sejak tahun 1970, peringatan Hari Bumi mulai digaungkan sebagai bentuk kewaspadaan warga Bumi akan unsur-unsur pencemaran yang akan merusak alam dan sekitarnya, tentunya kelangsungan hidup manusia pada akhirnya.

Sampai saat ini, berbagai macam upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan bumi dengan mengambil momentum peringatan Hari Bumi 22 April kemarin.

Tidak terkecuali dengan apa yang dilakukan oleh event Journey to Zero (JTZ). Setelah sukses dengan event yang sama tahun lalu, event yang dimotori oleh Katingan Mentaya Project ini cukup punya banyak waktu untuk melakukan inovasi dan metode pendekatan yang lebih menarik tahun ini.

Baca juga :
Lampu Dipadamkan Sabtu Malam, Hemat Rp538 Juta

Tahun lalu, ratusan peserta dengan semangat mengikuti tantangan tujuh hari untuk Bumi dengan melakukan kegiatan luar ruang seperti berjalan kaki, lari, bersepeda, gabungan dari semuanya sejauh 10 km selama tujuh hari. Tujuannya, tentu saja untuk membentuk kesadaran akan pentingnya mengurangi jejak karbon di lingkungan kita.

Masih dengan kampanye #BirukanLangit, tahun ini JTZ dirancang untuk lebih dekat ke kaum milenial. Selain kegiatan Tantangan 7 Hari untuk Bumi yang terus dipertahankan, pihak penyelenggara juga menggelar beberapa inisiatif yang dekat dengan kawula muda.

Baca juga :
Pramono Ingatkan Warga Jakarta Sambut Hari Bumi

“Tahun ini kami dapat melakukan campaign hampir setahun penuh, sementara tahun lalu hanya beberapa bulan saja. Sehingga kami dapat melakukan creative approach yang lebih beragam. Antara lain pembuatan mural di beberapa tempat, serta memproduksi merchandise yang bikin “gemes”,” ujar Syane Luntungan, selaku Communication Manager dari Katingan Mentaya Project.

Syane.elanjutkan, JTZ tahun ini juga diperkuat dengan memproduksi video series yang diharapkan menginspirasi lebih banyak orang yang akan #BirukanLangit. Dan yang paling istimewa adalah mengambil momentum Hari Bumi dengan meluncurkan aplikasi JTZ.

Baca juga :
Hari Bumi, Hayu Prabowo: Keuangan Syariah Kunci Konservasi Hutan Tropis

Acara peluncuran aplikasi ini digelar di Taman Jelawat di Sampit, kota markas Katingan Mentaya Project, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada Kamis (22/4) lalu. Acara peluncuran juga diramaikan oleh para pelari kota Sampit.

Aplikasi JTZ berfungsi sebagai perekam jarak, dan wadah untuk pegiat #BirukanLangit saling terhubung dan terinspirasi. Tentunya, aplikasi ini juga terhubung dengan event tahun ini. “Melalui aplikasi ini kami juga bisa melakukan aktivasi beberapa campaign atau challenge, contohnya di perayaan Hari Bumi ini kami memberikan challenge tujuh hari untuk bumi yang dapat diukur lewat aplikasi ini,” imbuh Syane.

Ia juga menjelaskan pentingnya mengkomunikasikan isu lingkungan ini dengan cara yang fun sehingga bisa diikuti oleh kawula muda sebagai calon-calon pemimpin di masa depan.

“Kami memberikan inspirasi dan pemahaman bahwa melalui hobi dan aktivitas sehari-hari yang menyenangkan, mereka bisa berperan dalam aksi iklim dan menjadi agen perubahan untuk melakukan sesuatu yang baik bagi bumi,” pungkas Syane.  

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Birukan Langit Hari Bumi Journey to Zero

Terkini | Minggu, 17/05/2026 21:50 WIB

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777