https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

Mutiul Alim | Minggu, 17/05/2026 14:43 WIB



Sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahan Presiden Donald Trump dijadwalkan menghadiri dan menyampaikan pidato dalam acara doa bersama massal Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahan Presiden Donald Trump dijadwalkan menghadiri dan menyampaikan pidato dalam acara doa bersama massal yang digelar di National Mall, jantung kota Washington D.C., pada Minggu (17/5) ini.

Pihak penyelenggara menyebut acara ini sebagai momentum untuk merebut kembali fondasi keagamaan bangsa, namun para kritikus menilai perhelatan tersebut sebagai aksi reli semi-resmi yang mengampanyekan gerakan nasionalisme Kristen.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua DPR AS Mike Johnson terdaftar sebagai pembicara tamu utama. Selain itu, Presiden Donald Trump sendiri dijadwalkan untuk memberikan sambutan kepada massa yang hadir melalui pesan video.

Baca juga :
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat

Acara berskala besar ini diorganisasi langsung oleh pihak Gedung Putih sebagai bagian dari rangkaian program perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat, dikutip dari AFP.

Dalam pesan video undangannya, Menhan Pete Hegseth menyampaikan bahwa momen ini merupakan kesempatan bagi warga Amerika untuk kembali mendedikasikan republik ini kepada Tuhan dan negara.

Baca juga :
Trump Sebut AS dan China Sama-sama Tak Ingin Iran Punya Senjata Nuklir

Gerakan nasionalisme Kristen yang beraliran keras (muscular Christian nationalism) mendapatkan panggung yang semakin menonjol sejak Trump kembali berkuasa, mengingat kaum evangelis merupakan salah satu pilar inti dari basis massa pendukung sang presiden.

Hegseth, yang merupakan anggota gereja evangelis ultra-konservatif, sebelumnya kerap menuai sorotan publik karena sering menggunakan retorika bernuansa keagamaan Kristen yang dinilai agresif saat menyampaikan taklimat resmi terkait situasi perang dengan Iran.

Baca juga :
Trump Akui Tak Bahas Tarif Perdagangan saat Bertemu Xi Jinping

Meski Konstitusi AS secara eksplisit melarang penetapan agama resmi negara dan di saat yang sama melindungi kebebasan beragama, skala kegiatan kali ini dinilai tidak biasa.

Pasalnya, dari sekitar 20 pemuka agama yang terdaftar sebagai pembicara, di luar seorang rabi Yahudi dan seorang pensiunan uskup agung Katolik, hampir seluruhnya merupakan pendeta dari aliran Protestan Evangelis.

Para akademisi dan pengamat sosial pun memberikan catatan kritis terhadap keterlibatan mendalam pemerintah. Sam Perry, seorang profesor dari Baylor University, menilai bahwa penggabungan antara paham nasionalisme dan kekristenan konservatif memang bukan hal baru di AS, namun keterlibatan langsung pemerintahan Trump untuk memimpin acara berskala besar seperti ini merupakan fenomena yang berbeda dari masa lalu.

Kritik senada disampaikan oleh Julie Ingersoll, profesor studi agama dari University of North Florida. Menurutnya, daftar pembicara yang didominasi satu kelompok tertentu, mengirimkan pesan eksklusif bahwa identitas asli Amerika seolah-olah hanya berakar pada kelompok kulit putih dan Kristen, sehingga berpotensi meminggarkan kelompok masyarakat minoritas lainnya.

Acara doa bersama yang berdurasi sekitar sembilan jam ini bertempat di National Mall, kawasan bersejarah yang membentang dari gedung Capitol hingga Lincoln Memorial. Kawasan ini merupakan lokasi ikonik yang kerap menjadi saksi bisu berbagai aksi demonstrasi besar, termasuk March on Washington pada 1963 silam saat Martin Luther King Jr. menggemakan pidato legendarisnya, `I Have a Dream`.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Doa Bersama Gedung Putih Donald Trump Gerakan Nasionalisme Kristen Amerika Serikat

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777