https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Agus Mughni | Minggu, 17/05/2026 18:40 WIB



Menag menerangkan bahwa Al-Qur’an tidak menempatkan perempuan sebagai kelompok kelas dua Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberi sambutan pada acara peringatan Hari Lahir Ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama dan mengenang 40 hari wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di Masjid Istiqlal, Ahad (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai ajaran Islam menempatkan relasi laki-laki dan perempuan dalam prinsip kesetaraan dan saling melengkapi.

Karenanya, Menag mengajak perempuan untuk bisa mengambil peran yang sama seperti halnya dengan laki-laki, terkhusus menjadi seorang pemimpin. 

“Jadi coba kita lihat. Saya mohon kepada kita semuanya bahwa perempuan jangan didiskreditkan, jangan dipinggirkan berdasarkan agama. Tidak ada dalil yang bisa menyebabkan perempuan itu terpinggirkan,” ujar Menag.

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

Hal itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama dan mengenang 40 hari wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di Masjid Istiqlal, Ahad, (17/5/2026).

Menag menerangkan bahwa Al-Qur’an tidak menempatkan perempuan sebagai kelompok kelas dua. Menurutnya, ayat-ayat yang membahas relasi gender justru dibangun di atas konsep kesetaraan.

Baca juga :
Menag Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

“Semua ayat-ayat yang berbicara tentang relasi gender dalam Al-Quran itu menggunakan konsep kesetaraan,” katanya sembari menjelaskan penggalan ayat-ayat Quran yang dirujuknya.

Menag lalu mencontohkan ruang kepemimpinan perempuan di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang terus meningkat. Ia melihat sekarang ini ada delapan perguruan tinggi keagamaan Islam dipimpin oleh rektor perempuan.

Baca juga :
Dikhianati Sahabat? Ini Sikap yang Dianjurkan dalam Islam

“Semenjak Indonesia merdeka, baru kali ini, tahun ini, rektor di Perguruan Tinggi Agama Islam itu dipimpin oleh delapan orang rektor perempuan,” tuturnya.

Menurut Menag, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan semakin diterima dan dibutuhkan. Ia menilai model kepemimpinan yang memasukkan nilai-nilai feminim menjadi penting sebagai rujukan untuk menjadi seorang pemimpin.

“Pengalaman membuktikan bahwa ternyata para pemimpin besar itu ialah pemimpin yang mampu menjalankan fungsi-fungsi ketenangan, kesabaran, kemudian juga femininity, kelembutan di dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Apalagi sekarang, kepemimpinan feminin itu sangat dibutuhkan,” ujanya.

Menag kemudian mengajak kader Fatayat NU untuk berani melampaui hambatan budaya yang selama ini membatasi peran perempuan di ruang publik. Ia meminta generasi muda perempuan muslim tampil percaya diri dan aktif mengambil peran strategis di masyarakat.

“Sudah mulai berimbang tuh. Karena itu saya mohon kepada kita semuanya mari kita meloncati zaman. Kalau teman-teman kita dulu ya mengikuti zamannya mungkin agak-agak segan sedikit maju karena mungkin terkooptasi oleh culture. Nah saya mohon kepada kita semua, terutama anak-anak atau adik-adik Fatayat ini agar ke depan itu berani,” katanya.

Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Hj Ella Siti Nuryamah menegaskan, Fatayat NU mempunyai kader-kader potensial yang kini menjadi kekuatan dan penggerak pengabdian di masyarakat.

“Potensi dan aset Fatayat adalah kader-kader yang handal, loyal, dan teruji di lapangan,” tuturnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Kesetaraan Gender Ajaran Islam

Terkini | Minggu, 17/05/2026 20:54 WIB

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

News

Nasabah PNM ULaMM Sulap Limbah Kayu Pantai Kerajinan Bernilai

Gaya Hidup

Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777