https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Perdagangan Orang Sedunia Setiap 30 Juli, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Kamis, 30/07/2026 04:04 WIB



Tanggal 30 Juli, masyarakat global bersatu memperingati Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia (World Day Against Trafficking in Persons). Ilustrasi - Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia setiap 30 Juli (Foto: AL JAZEERA)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 30 Juli, masyarakat global bersatu memperingati Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia (World Day Against Trafficking in Persons).

Peringatan tahunan ini menjadi alarm penting bagi dunia internasional bahwa praktik perbudakan modern dan eksploitasi manusia masih menjadi ancaman nyata yang harus diberantas hingga ke akarnya.

Lahirnya peringatan ini berawal dari keprihatinan mendalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap makin maraknya kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyeberangi batas-batas negara.

Baca juga :
Mengapa Hari Harimau Sedunia Diperingati Setiap 29 Juli?

Pada tahun 2010, Majelis Umum PBB mengambil langkah konkret dengan mengadopsi Rencana Aksi Global PBB untuk Memberantas Perdagangan Orang.

Langkah ini mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk mengintegrasikan penanganan TPPO ke dalam program pembangunan nasional. Momen krusial dalam sejarah penentuannya terjadi pada tahun 2013.

Baca juga :
Hari Cat Air Sedunia Setiap 28 Juli, Ini Sejarah hingga Tujuannya

Dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi untuk meninjau Rencana Aksi Global tersebut, Majelis Umum PBB mengesahkan Resolusi A/RES/68/192 yang secara resmi menetapkan 30 Juli sebagai Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia.

Penetapan tanggal tersebut memiliki tujuan yang sangat spesifik: meningkatkan kesadaran publik mengenai situasi para korban perdagangan manusia serta mempromosikan dan melindungi hak-hak dasar mereka.

Baca juga :
Mengapa 28 Juli Diperingati Sebagai Hari Konservasi Alam Sedunia?

PBB menekankan bahwa kejahatan TPPO, baik dalam bentuk kerja paksa, eksploitasi seksual, hingga perdagangan organ tubuh merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang kerap menyasar kelompok rentan, seperti perempuan dan anak-anak.

Kini, melalui koordinasi Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime / UNODC), momentum 30 Juli dimanfaatkan oleh berbagai negara dan lembaga kemanusiaan untuk memperkuat kerja sama lintas negara.

Peringatan ini diisi dengan evaluasi kebijakan, pengetatan pengawasan perbatasan, peningkatan perlindungan bagi saksi dan korban, serta kampanye edukasi massal agar masyarakat tidak terjebak dalam modus-modus baru sindikat TPPO.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Menentang Perdagangan Orang Sedunia 30 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli

Terkini | Kamis, 30/07/2026 05:13 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777