https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengamat: Jangan Reaktif, Survei Elektabilitas Capres Anggap Saja Informasi

Aliyudin Sofyan | Kamis, 30/07/2026 07:28 WIB



Ditengah suasana geopolitik global yang sedang bergejolak lebih baik mencermati berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana mengantisipasinya. Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok.jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Beberapa hari terakhir publik Indonesia, khususnya dunia maya heboh dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menurun.

Bahkan bila sekarang dilakukan pemilihan presiden, elektabilitas Prabowo pun kalah oleh Dedi Mulyadi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menyampaikan hasil survei kedua lembaga tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Baca juga :
Janji Allah untuk Orang yang Sabar

“Menurut hemat saya hasil survei SMRC dan Indikator anggap saja sebagai informasi, tidak perlu disikapi terlalu reaktif,” kata Frans, Kamis (30/7/2026).

Frans mengatakan,Ada beberapa lembaga survei yang memiliki nama besar, sebaiknya tunggu juga bagaimana hasil survey mereka.

Baca juga :
Wamenaker: Kehadiran Industri Harus Membuka Kesempatan Kerja Warga Sekitar

”Jadi kita tinggal menunggu dan membaca saja hasil yang akan mereka sampaikan nanti, dan mana yang paling mendekati keadaan sebenarnya,” ungkap Frans.

Menurut Frans, terkait elektabilitas Dedi Mulyadi yang mengungguli Prabowo perlu ditelaah dengan seksama, sebab Prabowo maupun Dedi Mulyadi berasal dari partai yang sama, yakni Partai Gerindra.

Baca juga :
Ini Tiga Amalan yang Mengangkat Derajat Seorang Muslim

“Agak sulit bagi saya melihat dua tokoh ini akan berhadapan nantinya, karena berasal dari rumah yang sama,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut Frans, kalau dipasangkan di 2029 mungkin mungkin saja karena komposisi dua besar berada pada mereka berdua. “Tapi itu semua masih terlalu dini, mungkin akan semakin mengerucut nanti kita lihat di awal 2028 atau di akhir 2027, dimana para tokoh yang akan maju di Pilpres mulai terlihat lebih jelas,” ujar Frans.

Ia menyarankan, ditengah suasana geopolitik global yang sedang bergejolak lebih baik mencermati berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana mengantisipasi ketidakpastian dunia,” pungkas Frans.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Suvei elektabilitas Capres Frans Immanuel SMRC Indikator

Terkini | Kamis, 30/07/2026 08:36 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777