https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tumor Jinak Payudara di Usia Remaja? Berbahayakah?

Redaksi | Kamis, 29/04/2021 10:37 WIB



Tumor jinak yang sering kali dialami perempuan usia remaja, lanjut dr. Febriyanto, terdapat dua jenis. Pertama, membutuhkan tindakan operasi. Kedua, tidak memerlukan operasi. Spesialis bedah onkologi RS Kanker Dharmais dr. Febriyanto, SpB(K)Onk

Jakarta, Jurnas.com - Kelainan pada payudara dapat menghinggapi siapapun dan kapanpun, termasuk saat masih berusia remaja. Hal ini disampaikan oleh spesialis bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Febriyanto Kurniawan, SpB(K)Onk.

Kelainan payudara yang dimaksud ialah adanya pertumbuhan benjolan secara abnormal, atau yang sering disebut tumor. Tumor ini terbagi menjadi dua, yakni tumor jinak dan tumor ganas.

Adapun tumor jinak yang kerap ditemui pada usia remaja antara lain fibrokistik (FCD), fibroadenoma (FAM), trauma payudara, dan infeksi payudara.

Baca juga :
Enam Gejala Kanker Payudara yang Kerap Tidak Disadari

"Tumor pada usia muda terabaikan karena perempuan pada usia muda kurang awas, mungkin pengetahuannya juga kurang. Karena itu, pada usia muda setelah haid, tumor yang banyak timbul ini meski sebagian besar jinak, tapi tetap harus ditangani," kata dr. Febriyanto pada Kamis (29/4) dalam Virtual Talkshow `Sosialisasi Tumor Payudara di Usia Muda` yang digelar Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerja sama dengan Universitas San Ratulangi, Unika Atma Jaya, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Tumor jinak yang sering kali dialami perempuan usia remaja, lanjut dr. Febriyanto, terdapat dua jenis. Pertama, membutuhkan tindakan operasi. Kedua, tidak memerlukan operasi.

Baca juga :
Tujuh Tips Cegah Kanker Payudara Sejak Dini

Tumor jinak jenis pertama yaitu fibroadenoma mammae (FAM), yakni benjolan dengan ciri tidak terasa sakit, terasa kenyal dan padat, berbentuk bundar dengan tepi benjolan yang dapat dirasakan secara tegas, serta mudah digerakkan.

"Di luar negeri, tindakan operasi untuk FAM itu menunggu sampai ukurannya 5 sentimeter. Tapi kalau di Indonesia kita mengangkat 5 sentimeter, sudah pasti bakal memengaruhi kontur payudara. Di Indonesia umumnya operasi ketika sudah mencapai 2 sentimeter. Kalau sudah lebih dari 2 sentimeter kita sarankan untuk diangkat," jelas dr. Febriyanto.

Baca juga :
Ivan Gunawan Ajak Masyarakat Gencarkan Deteksi Dini Kanker Payudara

Tumor jinak jenis kedua ialah fibrocystic disease (FCD) atau kista. Kista ini menimbulkan keluhan tidak nyaman pada payudara, kerap terasa nyeri berlebih saat menstruasi, dan ketika diraba tidak ada benjolan.

"Ini treatment-nya kita lakukan USG. Di sana akan terlihat kista kecil-kecil. Namun dalam kasus ini tidak ada tindakan operasi, hanya tindakan mengurangi gejala," papar dr. Febriyanto.

Jika mengalami salah satu dari kedua tumor jinak ini, dr. Febriyanto menyarankan agar segera berkonsultasi ke dokter atau periksa payudara secara klinis (Sadanis), untuk mendapatkan penanganan lebih dini.

"Boleh ke dokter bedah onkologi, kalau tidak ada onkologi bisa ke dokter umum. Jadi untuk sebagai informasi, penanganan kanker itu individualistik, tidak sama dengan yang lain," kata dr. Febriyanto.

Namun sebagai bentuk pencegahan, terdapat lima hal yang bisa dilakukan yang dirangkum dalam slogan CERDIK. Yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tumor Jinak Kanker Payudara YKPI Usia Remaja

Terkini | Minggu, 17/05/2026 21:51 WIB

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777