https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kilas Balik Rendang: Dari Makanan Adat Menuju Panggung Dunia

Redaksi | Sabtu, 24/04/2021 16:10 WIB



Rendang dan lebaran adalah dua hal yang tak akan terpisahkan bagi orang Indonesia. Meski masih dilanda pandemi Covid 19, sajian rendang selalu menjadi sukacita saat Hari Raya Idulfitri. Ilustrasi rendang (foto:newsdaily)

Jurnas.com - Rendang dan lebaran adalah dua hal yang tak akan terpisahkan bagi orang Indonesia. Meski masih dilanda pandemi Covid 19, sajian rendang selalu menjadi sukacita saat Hari Raya Idul fitri.

Tak heran kuliner olahan daging sapi ini telah menjelma menjadi ikon kuliner Nusantara. Citarasa gurih dari rempah pilihan dan proses memasak yang presisi membuat rendang menjadi buah bibir internasional.

Kelezatan rendang juga bahkan menarik minat chef ternama Gordon Ramsay untuk mempelajari cara memasak dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Merujuk survei media internasional CNN pada tahun 2011 dan 2017, makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat, ini sukses menyabet gelar sebagai makanan terenak di dunia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memasukkan rendang ke dalam daftar national food bersama dengan gado-gado, soto, sate dan nasi goreng pada 2018.

Tak hanya nikmat, rendang juga mengandung filosofi yang dalam. Kata rendang berasal dari tradisi minangkabau yakni marandang. Marandang diartikan sebagai “secara lambat”. Hal tersebut merujuk pada proses memasak rendang yang membutuhkan waktu yang lama untuk mendapat tekstur daging yang empuk dan bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam-dalam. Setidaknya rendang mewakili tiga sikap yang perlu dipegang teguh dalam hidup. Yakni kesabaran, ketekunan dan kebijaksanaan.

Maka dari itu hidangan rendang sering disajikan saat acara-acara adat khas Minangkabau dan dianggap sebagai makanan dengan kasta tertinggi. Lebih jauh lagi rendang sendiri merujuk pada cara memasak, bukan nama makanan. Namun istilah marandang berubah menjadi nama makanan itu sendiri yakni rendang.

Kebiasaan mengawetkan makanan juga telah lama dimiliki masyarakat Minangkabau. Saat merantau dari tanah Sumatera Barat, orang-orang Minang kerap membawa daging yang telah diolah dan diawetkan secara alami itu sebagai bekal. Hal tersebut yang menjadikan kenikmatan rendang terkenal hingga ke banyak daerah.

Menurut sejarah, rendang dahulu dibuat dengan bahan dasar daging kerbau. Dahulu makanan adat, kini menjelma sebagai salah satu kuliner favorit.

Di Padang, Sumatera Barat, puasa hari pertama tak lengkap tanpa kehadiran rendang untuk berbuka. Sajian rendang hadir sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan menyambut bulan penuh berkah. Makna dan filosofi rendang juga erat kaitannya dengan nilai-nilai Ramadan.

Seiring berjalannya waktu, rendang mengalami banyak inovasi. Cara memasak rendang yang biasa untuk olahan daging kerbau atau sapi, juga diadopsi untuk bahan makanan lain seperti ayam, jengkol, tempe dan lain sebagainya.

Menyambut Ramadan 2021, Endeus berkolaborasi Royco dengan bangga mempersembahkan olahan Rendang Jamur. Rendang plant-based yang bercita rasa lezat dan dapat dinikmati oleh mereka yang vegetarian atau kurang menyukai daging.

Bagi Anda yang mengurangi daging namun tetap ingin menikmati rendang, Rendang Jamur hasil kolaborasi Endeus dan Royco ini. Terbuat dari jamur pilihan yang diolah dengan rempah khas bumbu rendang seperti serai, jahe, lengkuas, kunyit, pala, asam kandis, ketumbar dan lain sebagainya.

Sajian rendang jamur bisa disajikan sebagai menu buka puasa saat Ramadan. Olahan Rendang Jamur hasil kolaborasi Endeus dan Royco juga cocok untuk dijadikan hampers untuk saudara, kerabat dan orang tersayang di Hari Raya Idulfitri. Rendang jamur hasil kolaborasi Endeus dan Royco ini dapat Anda Pre-Order (PO) di Tokopedia Pantry Endeus.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Makanan Rendang Masakan Adat Panggung Dunia

Terkini | Minggu, 17/05/2026 21:51 WIB

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777