https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tips Berpuasa Bagi Pasien Dan Penyintas Kanker

Redaksi | Rabu, 14/04/2021 12:21 WIB



Pasien  atau pun penyintas kanker yang sedang menjalani terapi harus berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum memutuskan berpuasa.
 
 
  Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS (foto: Dharmais/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa ramadan adalah puasa yang paling ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali mereka yang saat ini tengah berjuang mangalahkan kanker yang bersarang di tubuhnya. Lalu, apakah pasien kanker ataupun penyintas kanker yang masih melakukan pengobatan medis dapat berpuasa?

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, menegaskan pasien  atau pun penyintas kanker yang sedang menjalani terapi harus berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum memutuskan berpuasa.

“Khususnya bagi pasien kanker yang sedang menjalani terapi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat agar puasa tidak memengaruhi program terapi kanker dan juga bisa berpuasa dengan sehat,” katanya pada Jurnas.

Baca juga :
Stroke di Usia Muda Meningkat, Kenali 6 Kebiasaan yang Bisa Mencegahnya

Kendati demikian, Soeko menambahkan jika mereka diperbolehkan berpuasa, maka perlu memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi.

“Nutrisinya harus memenuhi kebutuhan kalori per hari. Komposisi nutrisi pada saat sahur dan berbuka, dianjurkan seimbang,” ujar Soeko.

Baca juga :
Puasa Nazar: Pengertian, Tata Cara, dan Niat Sesuai Sunnah

Berdasarkan keterangan Staf Medis Fungsional (SMF) Klinik Gizi RS Kanker Dharmais, nutrisi yang memenuhi kebutuhan kalori per hari itu meliputi karbohidrat, protein dan serat. Usahakan, mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum karena dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sedangkan sumber protein yang baik tidak hanya dari hewani seperti ikan , ayam, telur atau daging, melainkan bisa dari protein nabati seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Baca juga :
Gejala Awal Kanker Lambung yang Sering Terabaikan

Untuk porsi makanan, diperlukan pembagian berdasarkan jumlah takarannya agar lebih optimal, 10% saat berbuka, 40% setelah sholat maghrib, 10% selingan setelah tarawih dan sisanya 40% saat sahur.

Akhiri waktu makan sahur mendekati  subuh, untuk menghindari waktu puasa yang terlalu lama. Pasien atau penyintas kanker juga perlu menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Untuk itu, mimumlah minimal 8 gelas per hari dengan komposisi 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas saat malam hingga menjelang tidur.

“Jangan lupa sertakan buah dan sayur  sebagai sumber serat. Jika diperlukan ONS (Oral Nutrition Supplement) atau susu boleh dikonsumsi, untuk melengkapi nutrisi dan mencukupi kebutuhan kalori si pasien. Yang pasti, jangan pernah melewatkan waktu sahur dan berbuka,” tambah Soeko.

Dipenghujung wawancaranya, Soeko yang menjabat dirut RSK Dharmais sejak Agustus 2020 ini berpesan agar pasien dan penyintas kanker juga tetap melakukan aktifitas ringan dan mengenali signal perubahan pada tubuh.

“Jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika merasa pusing atau lemas. Saya juga tidak menyarankan berpuasa bagi mereka yang sedang kemoterapi melalui infus, mengalami keluhan mual dan muntah atau mengalami penurunan berat badan. Kenali signal pada tubuh dan selalu berkonsultasi pada dokter yang merawat,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tips Puasa Pasien Penyintas Kanker Dharmais

Terkini | Minggu, 17/05/2026 22:55 WIB

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

News

Saudi Razia Massal Pendatang Ilegal, 9.576 Orang Ditangkap

Humanika

Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777