https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Fenomena "Burnout" di Tengah Pandemi, Kenali Gejalanya

Redaksi | Minggu, 14/03/2021 23:29 WIB



Burnout atau merasa gagal dan lesu akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang, menjadi salah satu kondisi psikologis yang sering dialami masyarakat. Direktur Guardian Indonesia, Naresh Kalani (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Burnout atau merasa gagal dan lesu akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang, menjadi salah satu kondisi psikologis yang sering dialami masyarakat.

Berkaca pada masa pandemi Covid-19, burnout lazim dialami karena menjalankan berbagai aktivitas secara online di area rumah tanpa banyak keluar ruangan yang memicu kejenuhan, mulai dari pekerjaan kantor, kegiatan besosialisasi, hingga mendampingi kegiatan belajar anak yang serentak dilakukan secara online.

Masalah lainnya ialah munculnya gangguan kecemasan atau anxiety seperti merasa depresi akibat pandemi yang telah berlangsung lama, dan juga masalah yang berkaitan dengan rumah tangga.

Baca juga :
Tips Menjaga Kesehatan Mental yang Bisa Kamu Lakukan Setiap Hari

Direktur Guardian Indonesia, Naresh Kalani mengatakan, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik untuk diperhatikan secara serius.

Adanya berbagai gangguan kesehatan mental yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, mendorong Guardian menyediakan fitur layanan konseling psikologi gratis yang disediakan hingga 31 Maret 2021.

Baca juga :
Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia Tiap 10 Oktober dan Makna Peringatannya

Menurutnya, selama masa pandemi kondisi stres seseorang meningkat dari biasanya dan hal ini dialami oleh semua orang baik dari rentang usia dewasa ataupun anak-anak.

"Sebabnya bisa macam-macam seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, menjadi guru di rumah, work from home, dan sebagainya," kata Naresh Kalani dalam talkshow Guardian ‘Healthy Inside Out’ yang dilaksanakan secara daring, pada Jumat (12/3).

Baca juga :
Penggunaan Media Sosial Berlebih Bisa Perparah Kesepian, Studi Ungkap Alasannya

Naresh Kalani menjelaskan, melihat kondisi yang demikian Guardian Indonesia berusaha untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada para pelanggannya.

Sebagai retailer kebutuhan produk kecantikan dan kesehatan terkemuka di dunia, lanjutnya, Guardian memandang bahwa kesehatan mental dan fisik masyarakat menjadi prioritas utama mereka melalui kampanye ‘Healthy Inside Out’ selama masa pandemi Covid-19.

Selain layanan konsultasi gratis, Guardian juga memiliki program bincang-bincang tentang masalah kesehatan, melalui platform media sosial Instagram @guardian_id resmi milik mereka, dan juga aplikasi Tanya Apoteker bagi pelanggan yang ingin menanyakan masalah obat-obatan dan menebus resep dokter melalui aplikasi WhatsApp.

"Jika merasa stres jangan diabaikan. Ada psikolog yang bisa dijangkau untuk mengatasi masalah ini," kata dia.

Head of Marketing Guardian Indonesia, Lia Stephiningrum mengatakan, ide kampanye ‘Healthy Inside Out’ tercetus dari empati Guardian untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang semuanya hampir mengalami masalah yang sama selama masa pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan kampanye ‘Healthy Inside Out’ dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar lebih peduli tidak hanya pada kesehatan fisiknya tetapi juga kesehatan mentalnya.

"Ketika mengalami stres jangan disepelekan, kalau dipendam lama-lama maka dampaknya akan berbahaya," terang Lia.

Sementara Associate Psychologist dari Ibunda.id, Rininta Meyftanoria menjelaskan, seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental sangat membutuhkan support system yang berasal dari pihak keluarga atau teman yang bisa dipercaya.

Menurutnya support system ini akan berdampak positif kepada penderita masalah kesehatan mental karena tidak akan memberikan tanggapan yang buruk atas apa yang tengah dia hadapi.

"Jika sebaliknya (tidak memberikan dukungan) maka si penderita akan merasa down, tidak berharga, dan lain sebagainya," ujar dia.

Selain itu, lanjut Rininta, penderita masalah kesehatan mental juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya bisa melalui kegiatan journally baik dalam bentuk tulisan, rekaman suara, ataupun gambar.

"Tujuannya untuk mengontrol pikiran-pikiran yang berpengaruh negatif pada diri sendiri," kata dia.

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Burnout Kesehatan Mental Pandemi Covid-19 Guardian Indonesia

Terkini | Senin, 18/05/2026 01:47 WIB

Olahraga

Puji Fans Manchester United, Carrick: Kalian Membuat Klub Ini Istimewa

News

Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Kesehatan

Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777