https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Berbagai Kelainan pada Payudara

Redaksi | Sabtu, 27/02/2021 12:56 WIB



Delapan kelainan itu ialah kista, tumor jinak, mamae aberans, kanker payudara, kelainan kulit, mastitis, galactocele, dan gigantomasti. Spesialis bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk

Jakarta, Jurnas.com - Kanker bukan satu-satunya kelainan yang terjadi pada payudara kaum Hawa. Spesialis bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk menyebut setidaknya terdapat delapan kelainan yang biasanya terjadi.

Delapan kelainan itu ialah kista, tumor jinak, mamae aberans, kanker payudara, kelainan kulit, mastitis, galactocele, dan gigantomasti.

Kista menjadi kelainan yang paling banyak dialami oleh perempuan. Umumnya, lanjut dr. Bob, ditandai dengan rasa nyeri di payudara. Namun ketika diperiksa melalui USG, payudara akan tampak baik-baik saja, karena itu penanganannya tidak butuh dioperasi.

Baca juga :
Gejala Awal Kanker Lambung yang Sering Terabaikan

"Kista kalau ukurannya kecil, cuma diobservasi saja karena nanti akan hilang sendiri. Tapi, kalau besar hanya perlu melakukan penyedotan," terang dr. Bob dalam webinar `Virtual Sosialisasi Deteksi Dini: Mengenal Tumor Payudara di Usia Muda` pada Sabtu (27/2).

"Kalau ketika disedot cairannya ada yang berwarna kemerahan, kita akan lakukan pemeriksaan lanjutan ke laboratorium patologi. Tapi jangan khawatir, kista ini keganasannya sangat kecil, di bawah 5 persen," imbuh dr. Bob.

Baca juga :
Enam Gejala Kanker Payudara yang Kerap Tidak Disadari

Selanjutnya tumor jinak. Dijelaskan bahwa tumor jinak merupakan benjolan di payudara yang tidak terlihat dari luar, tapi pasien merasakan ada satu benjolan di dalam.

Berbeda dengan kista yang tidak perlu melewati penanganan operasi, tumor jinak harus dilakukan operasi. Pembedahan juga harus dilakukan di laboratorium untuk memastikan juga bahwa tumor ini benar-benar jinak.

Baca juga :
Mengenal Daun Apa-Apa, Tanaman Lokal yang Dilirik Sebagai Antikanker

"Kenapa disebut tumor jinak? Karena tumor ini tumbuhnya lambat dan tidak menyebar ke jaringan sekitarnya, seperti kelenjar bening atau organ tubuh lain," jelas dr. Bob.

Mamae aberans juga menghantui kaum perempuan. Kelainan ini adalah munculnya payudara tambahan di ketiak. Mamae aberans terjadi karena pada saat embrio, payudara berada di ketiak, dan baru ketika berada di rahim.

"Mamae aberans biasanya muncul saat masih usia mentrusasi, atau lebih jelas pada saat dewasa," kata dr. Bob.

Sementara kanker payudara yang menjadi momok paling menakutkan, justru umumnya dalam gejala awal tidak menimbulkan rasa nyeri. Inilah, kata dr. Bob, kerap menjadi alasan perempuan enggan memeriksakan payudaranya segera saat merasakan ada benjolan.

Pertumbuhan sel-sel kanker dalam kasus kanker payudara juga tidak normal. Sel kanker dengan cepat menyebar ke jaringan organ, termasuk ke tulang, paru-paru, hingga otak.

"Karena itu kalau ada benjolan yang menetap dalam waktu dua kali menstruasi, harus segera periksakan ke dokter. Malah yang tidak sakit itu yang bisa menjadi kanker. Jika dia nyeri, dia lebih banyak ke kista," tutur dr. Bob.

Menurut data Globocan 2020, kanker payudara menempati posisi nomor dua pembunuh di dunia untuk segmen kanker.

Terdapat 2.261.419 kasus baru kanker payudara dalam satu tahun, yang mencakup 24,5 persen dari seluruh kasus kanker, atau 4,3 kasus baru setiap menit.

"Bagaimana cara mencegahnya? Kita harus melakukan skrining dan deteksi dini. Skrining yaitu ketika dalam keadaan sehat kita memeriksakan keadaan tubuh kita ke dokter. Sedangkan deteksi dini, ada benjolan kita harus periksakan melalui Sadari dan Sadanis," papar dr. Bob.

Untuk diketahui, Sadari adalah periksa payudara sendiri yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Sedangkan Sadanis atau periksa payudara secara media dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Adapun tiga jenis kelainan lainnya ialah: Galactocele, yaitu gumpalan di payudara yang diakibatkan oleh ASI yang terbendung; Gigantomasti, payudara tumbuh dengan ukuran tidak normal; dan Mastitis, peradangan pada jaringan payudara.

"Mastitis biasanya terjadi pada ibu muda yang melahirkan anak pertama, yang pada saat awal menyusui ASI-nya tidak lancar sehingga muncul infeksi, lalu meradang dan isinya nanah," kata dr. Bob.

Kegiatan virtual sosialisasi deteksi dini ini terlaksana atas kerja sama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kelainan Payudara Kanker YKPI

Terkini | Senin, 18/05/2026 02:55 WIB

News

AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran

Olahraga

Puji Fans Manchester United, Carrick: Kalian Membuat Klub Ini Istimewa

News

Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

News

WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

News

Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

News

Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer

News

Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

News

Demokrasi dan Ekonomi Memburuk, Ratusan Warga Tunisia Demo Presiden

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777