https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kelancaran Pelayanan terhadap Penyintas Kanker di Masa Pandemi Harus terus Diupayakan

Aliyudin Sofyan | Kamis, 04/02/2021 18:14 WIB



Ruang gerak penyintas semakin sempit, selain ancaman kanker juga menghadapi ancaman penularan virus dan ada beban dari sisi ekonomi untuk membiayai pengobatan. Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Optimalisasi pencegahan, deteksi dini dan pengobatan melawan kanker harus tetap berjalan lewat skema pelayanan dan pembiayaan yang mudah diakses, agar hak penyintas kanker memperoleh pengobatan tidak terganggu di masa pandemi Covid-19.

"Wabah Covid-19 ini mengkhawatirkan bagi para penyintas kanker. Ruang gerak penyintas semakin sempit, selain ancaman kanker juga menghadapi ancaman penularan virus dan ada beban dari sisi ekonomi untuk membiayai pengobatan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/2), dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, yang tahun ini mengambil tema “I Am And I Will”.

Lestari yang juga penyintas kanker payudara itu, menegaskan, penyintas kanker rentan terhadap penularan Covid-19.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC

Karena itu, dia menyarankan para penyintas selain berharap kelancaran dalam mendapat layanan kesehatan, juga memiliki kesadaran untuk tetap menjaga imunitas dengan makan makanan bergizi, berolahraga dan beristirahat secara teratur, mengkonsumsi multivitamin.

Tentu saja, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, di masa pandemi ini para penyintas kanker harus disiplin menaati protokol kesehatan; menghindari bepergian ke luar daerah; melakukan konsultasi dengan komunitas kanker yang ada dan jika harus menemui dokter perlu didampingi anggota keluarga.

Baca juga :
Lima Makanan yang Bisa Memulihkan Penderita TBC

Data RS Dharmais, Desember 2020, tingkat kunjungan penderita kanker ke rumah sakit menurun sebesar 37%, karena khawatir terpapar Covid-19. Apalagi, ungkap Rerie, laporan World Health Organization (WHO) dalam World Cancer Report 2020 menyebutkan 1 (satu) dari 6 (enam) orang meninggal akibat kanker setiap tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer pada 2020 menyebutkan Indonesia menempati urutan ke-8 negara dengan jumlah penderita kanker terbanyak di Asia Tenggara, dan berada di ranking 23 di Asia. Dari setiap 100.000 penduduk Indonesia, sebanyak 136,2 orang adalah penderita kanker.

Baca juga :
Hari Preeklampsia Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker, menurut Rerie, dapat menekan jumlah penderita dan angka kematian akibat kanker. Sehingga, ujarnya, memasyarakatkan upaya deteksi dini kanker tersebut secara tidak langsung juga bisa mengurangi beban negara dalam membiayai pengobatan kanker bagi warganya.

Terpenting, tegas Rerie, bagi penyintas kanker saat ini adalah komitmen dan keteguhan hati. Komitmen untuk terus melakukan tahapan konsultasi dan pengobatan sesuai anjuran dokter dan komitmen menaati protokol kesehatan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Penyintas Kanker Covid-19

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777