https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR: Informasi Mengenai Kanker Masih Sangat Minim

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 24/10/2020 18:24 WIB



Pemahaman masyarakat mengenai penyakit kanker merupakan faktor penting dalam proses pengobatan. Perlu program edukasi dan sosialisasi berskala nasional untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang kanker. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

jurnas.com - Pemahaman masyarakat mengenai penyakit kanker merupakan faktor penting dalam proses pengobatan. Perlu program edukasi dan sosialisasi berskala nasional untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang kanker.

"Informasi mengenai penyakit kanker saat ini masih sangat minim. Padahal dukungan orang-orang di sekitar penderita kanker sangat penting dalam proses pengobatannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara
Cyber Teaching bertema Determinan Sosial Stres dan Kesehatan Masyarakat (Kisah Koping Stres Penyintas Kanker) yang diselenggarakan Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Sabtu (24/10).

Minimnya informasi tentang kanker, menurut Lestari, menyebabkan masyarakat seringkali terlambat dalam mengantisipasi gejala-gejala kanker yang muncul.

Baca juga :
Wamendiktisaintek: Bangsa Besar Dibangun oleh Kualitas Manusianya

Dengan melakukan langkah sosialisasi berskala nasional, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker diharapkan dapat ditingkatkan.

Kisah sukses sosialisasi program Keluarga Berencana di masa lalu, menurut Rerie, bisa menjadi acuan dalam menyosialisasikan berbagai hal tentang penyakit kanker.

Baca juga :
Terungkap Dirjen Bea Cukai Bertemu Bos Blueray di Hotel Borobudur

Mengutip data Media Research Center 2020, saat ini, jelas Legislator Partai NasDem itu, hanya 44% perempuan yang memeriksakan sendiri sejak dini payudaranya untuk menghindari terkena kanker.

Bahkan, tegas Rerie, karena ketidakpahaman masyarakat, seringkali penderita kanker dianggap terkena kutukan sehingga harus dijauhi.
"Karena tidak paham, keluarga penderita kanker juga kerap tidak memberikan dukungan yang tepat," ujarnya.

Baca juga :
Legislator PDIP Geram Bantuan Beras dan Minyak Goreng Belum Tersalurkan

Pada kondisi seperti ini, jelasnya, kalangan perguruan tinggi bisa ikut serta dalam membuat konten dan strategi sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat soal penyakit kanker.

Selain berharap keterlibatan kalangan akademisi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker, Rerie menilai, keikutsertaan volunteer yang beranggotakan para penyintas kanker dalam pendampingan juga sangat penting.

"Penderita kanker itu tidak hanya menderita karena kanker, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan sosial sebagai dampak dari proses pengobatan," ungkap Rerie, yang juga penyintas kanker payudara Her-2 positif itu.

Sehingga, tegas Rerie, penderita kanker perlu mendapatkan pendampingan untuk menekan dampak sosial dan psikologis yang dialaminya.

Kalangan akademisi, menurut Rerie, juga harus aktif memberi masukan kepada para pemangku kepentingan, sehingga kebijakan yang dihasilkan Pemerintah mampu mendorong peningkatan pemahaman masyarakat soal kanker.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker wakil ketua MPR

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777