https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-hati, Ancaman Siber Berkedok Aplikasi Pertemuan Sosial

Redaksi | Sabtu, 18/04/2020 07:10 WIB



Aplikasi pertemuan sosial saat ini menyediakan cara mudah bagi orang untuk terhubung melalui video, audio atau teks ketika tidak ada sarana komunikasi lain Ilustrasi Keamanan dan Ketahanan Siber

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah perusahaan global cybersecurity, Kaspersky menemukan adanya ancaman siber yang dilancarkan melalui aplikasi yang menawarkan kemudahan dalam melakukan pertemuan sosial di tengah wabah Covid-19.

Denis Parinov, pakar keamanan di Kaspersky mengatakan bahwa seiring penerapan jarak sosial (social distancing) yang saat ini sedang terjadi, para ahli Kaspersky menyelidiki lanskap ancaman untuk aplikasi pertemuan sosial demi memastikan keamanan dan kenyamanan proses komunikasi para pengguna.

"Analisis selanjutnya mendeteksi sekitar 1.300 file teridentifikasi menggunakan nama yang serupa dengan aplikasi terkemuka seperti Zoom, Webex, dan Slack," kata Denis dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga :
Komisi I Siap Kawal dan Lindungi Media dari Kejahatan Siber

Aplikasi pertemuan sosial saat ini menyediakan cara mudah bagi orang untuk terhubung melalui video, audio atau teks ketika tidak ada sarana komunikasi lain yang tersedia.

Namun, kata Denis, para pelaku kejahatan siber tidak pernah ragu untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mencoba mendistribusikan berbagai ancaman siber dengan kedok aplikasi populer.

Baca juga :
Legislator PKB Ajak AMSI Terlibat Lawan Kejahatan Siber

"Di antara 1300 file tersebut, terdapat 200 ancaman terdeteksi. Ancaman paling umum adalah dua jenis adware yaitu DealPly dan DownloadSponsor," ujarnya.

Menurut Denis, jumlah penyebaran file yang menyamar sebagai aplikasi pertemuan sosial populer. Kedua jenis ini merupakan pemasang (installer) yang akan menampilkan iklan atau mengunduh modul adware.

"Perangkat lunak tersebut biasanya muncul pada perangkat pengguna setelah diunduh dari pasar tidak resmi," tambahnya.

Baca juga :
Tersangka Pengelola Situs Penyebar Video Porno Anak Diringkus

Meskipun adware bukan jenis perangkat lunak berbahaya, mereka tetap dapat menimbulkan risiko privasi. Produk Kaspersky telah berhasil mendeteksi dan memblokir DealPly dan DownloadSponsor.

Terlepas dari adware, pada beberapa kasus, pakar Kaspersky menemukan ancaman yang disamarkan sebagai file .lnk – pintas (shortcuts) ke aplikasi. Bahkan, sebagian besar dari mereka terdeteksi sebagai Exploit.Win32.CVE-2010-2568 - kode berbahaya yang cukup lama, namun masih tersebar luas dan memungkinkan penyerang menginfeksi beberapa komputer dengan malware tambahan.

Namun "Raja" sebenarnya dari aplikasi pertemuan sosial yang namanya paling banyak digunakan oleh para pelaku kejahatan siber dalam percobaan mendistribusikan ancaman siber adalah Skype. Pakar Kaspersky berhasil menemukan sebanyak 120.000 file mencurigakan yang menggunakan nama aplikasi tersebut. Tidak seperti yang lainnya, penggunaan nama aplikasi ini bukan hanya ditujukan untuk mendistribusikan adware, tetapi juga berbagai malware - khususnya Trojan.



Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Aplikasi Pertemuan Sosial Kejahatan Siber

Terkini | Senin, 22/06/2026 23:39 WIB

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Jum'at, 19/06/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swedia vs Belanda

Senin, 22/06/2026 04:04 WIB
Humanika

Peringatan HUT Jakarta Setiap 22 Juni, Ini Sejarahnya

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777