https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet: Fenomena Masuknya Pemodal Besar dalam Partai Bukan Hal Baru

Herwin Wijaya | Kamis, 20/02/2020 09:10 WIB



Dikhawatirkan masuknya para pemodal atau kepentingan asing bisa saja berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia. Bamsoet usai menerima Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) 2018-2020, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (15/1/20).

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena masuknya pemodal besar ke dalam partai politik bukanlah hal yang baru. Mereka kerap masuk dengan cara membantu kandidat calon ketua umum yang berlaga dalam Munas, Muktamar atau Kongres Parpol yang terbuka. 

Ini hal yang biasa. Sah-sah saja. Namun, kita semua juga harus mewaspadai jika ternyata ada agenda tersembunyi di balik bantuan yang diberikan oleh para para pemodal yang kadang membawa kepentingan asing tersebut. 

Untuk itu, setiap partai politik dan para elit nya harus memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang jelas agar partai politik tidak terkontaminasi dengan kepentingan asing maupun kepentingan para pemilik modal.

Baca juga :
Negosiasi Buntu, Iran Anggapan Tuntutan AS Berlebihan

Tanpa Terus Menerus Kita Tanamkan Kecintaan Kita Pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD NRI 1945 (PBNU) pada setiap elit parpol dan generasi penerusnya, maka dengan Sistem Demokrasi yang sangat liberal (terbuka) pada saat ini, Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan bangsa.

Dikhawatirkan masuknya para pemodal atau kepentingan asing bisa saja berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia.

Baca juga :
Prancis Siapkan Resolusi Baru untuk Pembukaan Selat Hormuz

Ini sebenarnya warning dari saya dalam melihat sistem demokrasi kita yang sangat berbiaya tinggi. Dimana hanya orang-orang berkantung tebal yang memiliki peluang menjadi pejabat publik, sebagai ekses merebaknya politik uang mulai dari pemilihan kepala desa, bupati/walikota, gubernur, Pileg hingga Pilpres. Kalau hal ini terus dibiarkan terjadi, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun mendatang, para pemodal besar dan kepentingan asing melalui para tokoh dan elit parpol dapat sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang akan lahir, naik di legislatifvmaupun di eksekutif untuk kepentingannya.

Mungkin saat ini masih belum terlihat parpol yang terkontaminasi oleh kepentingan pemodal asing. Saya juga yakin para pemimpin parpol, para elit parpol dan politisi di Indonesia saat ini masih mampu berpikir jernih dengan landasan Pancasila dan UUD 1945 untuk tidak menggadaikan kedaulatan NKRI hanya demi syahwat politik sesaat.

Baca juga :
Saudi Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Haji

Namun, kalau kita tidak secara Terus Menerus Menanamkan Kesadaran dan Kecintaan Kita Pada Pancasila dan NKRI, khususnya pada Generasi muda, maka Bangsa Kita Akan Menghadapi Tantangan Berat dalam menjaga Keutuhan NKRI dalam 20-30 tahun mendatang.

(Bamsoet)



Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777