https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Industri Pupuk di KPB Batu Betumpang mampu Produksi 3 Ton Perhari

Rizki Ramadhan | Kamis, 31/10/2019 09:20 WIB



Sebagai langkah memaksimalkan produk unggulan pedesaan (Prukades) Tanaman Padi di KPB Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan Sebagai langkah memaksimalkan produk unggulan pedesaan (Prukades) Tanaman Padi di KPB Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan

Jakarta, Jurnas.com - Sebagai langkah memaksimalkan produk unggulan pedesaan (Prukades) Tanaman Padi di KPB Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan. Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) berkolaborasi dengan masyarakat dan Tim KKN PPM Universitas Gadjah Mada untuk membangun Instalasi Pupuk Organik Granula (IPOG),

Terbentuknya IPOG di KPB Batu Betumpang diklaim menjadi salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca merupakan dengan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik atau kompos. Selain itu, melimpahnya bahan baku material, seperti kotoran sapi dari warga sekitar yang berjumlah 572 ekor dan ditambah sisa-sisa tanaman di sekitar kawasan mampu menghasilkan pupuk sebanyak tiga ton perhari.

Dengan permodalan sekitar Rp 36 juta, yang diperoleh dari Ditjen PKTrans kini pengelolaan IPOG yang diketuai Gunawan telah berjalan selama satu tahun terakhir. Bahkan, jika dalam waktu dekat dinilai mampu membawa dampak yang baik, rencananya IPOG tersebut akan dijadikan percontohan bagi KPB lain.

Baca juga :
Prabowo Diminta Kerahkan Jajaran untuk Bebaskan WNI Ditahan Israel

Gunawan juga menjelaskan terkait alur proses dimulai dari limbah digiling menggunakan mesin pemecah APPO atau mesin penumbuk, selanjutnya diaduk menggunakan mesin mixer. Setelah itu sebelum memasuki tahap permentasi selama 7 hingga 14 hari terlebih dahulu diberikan mikroba.

Sedangkan mesin pengayak akan menghasilkan pupuk tabur yang selanjutnya diolah melalui mesin granula, mesin pengering dan mesin pengaduk hingga akhirnya pupuk siap dikemas dan didistribusikan.
"Dari hasil pengayakan terdapat hasil limbah dan bubuk. Dari limbah kami berikan kewarga sekitar untuk tanaman dilahan pemukiman." Jelasnya.

Baca juga :
KPK Segera Limpahkan Tersangka Korupsi Kuota Haji ke Pengadilan
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja Menteri Desa

Terkini | Rabu, 17/06/2026 02:06 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777