https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hindari Kegagalan, Inovasi Harus Sesuai Kebutuhan Pasar

Redaksi | Selasa, 23/07/2019 16:30 WIB



Pengukuran inovasi saat ini belum sampai pada tahapan kesesuaian dengan pasar, sehingga banyak inovasi yang hanya berakhir pada aspek peluncuran Jumain Appe dalam “Sosialisasi Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pengukuhan dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov)” di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Jakarta, Jurnas.com - Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Jumain Appe mengatakan dalam rangka mendorong kesiapan inovasi ke tahap komersialisasi dan pengurangan resiko kegagalan, perlu dilakukan pengukuran tambahan berupa TKT (Tahap Kesiapan Teknologi).

Menurut Jumain, pengukuran inovasi saat ini belum sampai pada tahapan kesesuaian dengan pasar, sehingga banyak inovasi yang hanya berakhir pada aspek peluncuran, namun tak laku di pasaran.

"Kita sudah memiliki tingkat kesiapan teknologi akan tetapi pengukurannya masih spesifik hanya tekhnologi saja, bukan untuk mengukur bagaimana tekhnologi itu sampai ke pasar," kata Jumain dalam “Sosialisasi Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pengukuhan dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov)” di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Baca juga :
Pameran Hakteknas Tampilkan 145 Inovasi Perguruan Tinggi

Jumain menilai, inovasi harus memberikan perubahan yang signifikan, bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memberikan nilai komersil.
Masalah yang ditemukan di lapangan, kata Jumain, antara lain hasil inovasi belum siap dikomersialisasikan secara massal, karena adanya produk inovasi yang tidak memenuhi standar sehingga terhambat untuk dipasarkan.

"Produk inovasi menghadapi permasalahan di antaranya izin edar karena tidak memenuhi standar yang ada dan paling parahnya bisa ditangkap," ujarnya.

Baca juga :
Telah Hadir Inpari Arumba, Padi Kaya Antioksidan

Jumain menambahkan, ada satu proses namanya proses manufactur atau pengolahan. Proses ini diberlakukan untuk melihat mulai dari bahan bakunya, bagaimana proses produksinya, kemudian bagaimana nanti delivery dan segala macam.

“Ketika semua ukuran ini ada, kalau tidak ada manajemennya, tidak ada sumber daya manusianya, hal ini juga berbahaya. Karena kuncinya di situ. Jadi ada manajemen, ada organisasi, dan ada orangnya,” katanya.(khr)

Baca juga :
Hasil Inovasi Masih Minim Masuk Pasar Industri
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hasil Inovasi Jumain Appe Dirjen Penguatan Inovasi

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777