https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jakarta Fashion Week 2019

Never Stop Glowing, Apresiasi untuk Perempuan Indonesia

Eka Wahyu Pramita | Senin, 29/10/2018 08:28 WIB



Dua desainer muda ini mendedikasikan karyanya yang anggun nan gelamor untuk para perempuan di Indonesia. Anditha Siswandi dan Jenahara Nasution mmpersembahkan karya-karyanya sebagai bentuk apresiasi kepada para perempuan di Indonesia (Foto: Jenahara)

Jakarta - Dua desainer muda perempuan Andhita Siswandi dan Jenahara Nasution ingin mempersembahkan karya-karyanya sebagai bentuk apresiasi kepada para perempuan Indonesia.

Dengan berbagai peranannya dan jungkir-baliknya, para perempuan, khususnya para ibu, layak mendapatkan penghargaan untuk menunjukkan pesona cantik muda bercahaya dalam dirinya.

Itulah yang ingin disampaikan oleh Andhita Siswandi dan Jenahara. Dua desainer coba ini merangkum spirit para wanita dalam rancangan busana yang dipersiapkan khusus untuk Jakarta Fashion Week 2019.

Baca juga :
Ketua DPR Ajak Perempuan Aktif Jaga dan Lestarikan Lingkungan Hidup

Berkolaborasi dengan Ponds Age Miracle, baik Andhita maupun Jenahara ingin menonjolkan dua sisi kehidupan wanita, yaitu sisi kelembutan dan ketangguhan.

"Wanita itu bisa tangguh dan lembut dalam waktu bersamaan. Ada yang menilai itu tangguh, ada yang menilai feminin," ujar Andhita yang mengusung koleksi spring summer untuk pagelaran kali ini.

Baca juga :
Inong Balee dan Malahayati, Pasukan Wanita Aceh yang Ditakuti Eropa

Warna khas marun pun menjadi bagian dari desain Andhita. Ia mempersembahkan koleksi Spring Summer bertajuk Atypical yang coba menangkap esensi perempuan dari sifat individu mereka unik.

Koleksi kali ini bisa dibilang my tribute to Ponds," ujar desainer berambut bob ini. Elemen warna merah, hitam dan putih dengan sentuhan emas menjadi andalan untuk merepresentasikan semangat Never Stop Glowing. Garis desain yang tegas, structures with touch of softness.

Baca juga :
Jaringan Perempuan: Yaqut Cholil, Tangkap, Tangkap, Tangkap !!!

Sementara itu, Jenahara mengusung konsep high street style untuk menuangkan interpretasinya yang memadukan feminin dengan maskulin. Warna-warna yang dipilih pun adalah karakter Jenahara banget, yaitu monokrom dan mencampurkannya dengan warna yang menjadi identitas yakni marun.

Jenahara akan membawa koleksi bertajuk Rarissisme uang mewakili tiga karakteristiknya; Lennox (bold character), Kira (boyish character), dan Chloe (feminin character) yang dikemas dalam konsep street wear.

Koleksi ini juga terinspirasi dari teknik fotografi X-ray milik Steven N Matters yang kemudian diaplikasikan dalam desain busana dengan nuansa monochrome. 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perempuan Indonesia Anditha Siswandi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777