https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei

Vaza Diva | Rabu, 20/05/2026 09:09 WIB



Setiap tanggal 20 Mei, masyarakat internasional memperingati Hari Lebah Sedunia (World Bee Day). Ilustrasi - ini sejarah dan makna dari peringatan Hari Lebah Sedunia setiap tanggal 20 Mei (Foto: Pexels/Casia Charlie)

 

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 20 Mei, masyarakat internasional memperingati Hari Lebah Sedunia (World Bee Day).

Momentum global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan sebuah alarm tahunan yang mengingatkan umat manusia akan peran krusial serangga penyerbuk tersebut terhadap keberlangsungan ekosistem dan ketahanan pangan bumi.

Baca juga :
Apa Itu Hari IBD Sedunia? Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Pencanangan Hari Lebah Sedunia pertama kali disahkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2017 setelah melalui proposal panjang yang diajukan oleh negara Slovenia. Tanggal 20 Mei dipilih bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghormati hari lahir Anton Janša (1734–1773).

Jansa adalah seorang tokoh asal Slovenia yang diakui sebagai pelopor pemeliharaan lebah modern secara global.

Baca juga :
Peringatan Hari Dokter Keluarga Sedunia Setiap 19 Mei, Ini Sejarahnya

Ia terkenal karena berhasil mengubah teknik peternakan lebah tradisional menjadi ilmu yang terstruktur, serta menjadi orang pertama yang menyadari betapa tangguhnya lebah meski memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil.

Banyak orang mengira peran lebah hanya sebatas menghasilkan madu. Faktanya, kontribusi lebah jauh lebih besar dari itu. Melansir data resmi FAO, hampir sepertiga (33%) dari total produksi pangan dunia sangat bergantung pada penyerbukan yang dilakukan oleh hewan, di mana lebah memegang peran yang paling dominan.

Baca juga :
Lima Museum Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu

Tanpa adanya proses penyerbukan (pollination) dari lebah, tanaman pangan penting seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian tidak dapat berkembang biak dengan optimal.

Singkatnya, kepunahan lebah dapat memicu krisis pangan global, keruntuhan sektor pertanian, dan hilangnya keanekaragaman hayati secara drastis.

Meskipun jasanya begitu besar bagi piring makan manusia, populasi lebah di seluruh dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Laporan dari berbagai organisasi lingkungan internasional menyebutkan bahwa tingkat kepunahan spesies penyerbuk ini sekarang mencapai 100 hingga 1.000 kali lebih tinggi dari tingkat normal akibat dampak aktivitas manusia.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Peringatan Internasional 20 Mei Hari Lebah Sedunia Hewan Lebah

Terkini | Rabu, 20/05/2026 09:47 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777