https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menengok Bank Sampah di Pulau Untung Jawa

Eka Wahyu Pramita | Rabu, 29/08/2018 12:26 WIB



Di Pulau Untung Jawa, masyarakat dibiasakan untuk menabung di Bank Sampah, seperti apa? Ibu Sukinah, Ketua Bank Sampah Sakura (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Pertama kali mendarat di Pulau Untung Jawa kesan pertama ialah bersih, hampir di setia sudut terdapat tiga macam tempat sampah sesuai fungsinya. Sebagai daerah wisata yang letaknya di perairan laut Jakarta, Kabpaten Kepulauan Seribu menanggung beban berat sampah plastik.

Dalam acara bersih sampah yang pernah dilakukan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritian (Kemenko Maritim) sebanyak 69 persen dari 142 kilogam sampah yang diangkut dari dasar laut merupakan sampah plastik yang diduga berasal dari wisatwan dan penduduk yang membuang sampah ke laut atau di darat lalu terbawa ke laut.

Baca juga :
Studi: Otak Manusia Mengandung Mikroplastik Lebih Banyak dari Organ Lain
Mengatasi masalah sampah yang kian kompleks, warga Kelurahan Untung Jawa pun menginisiasi Bank Sampah agar masalah sampah, khususnya sampah plastik bisa teratasi.  

Baca juga :
Wacana Impor Karung Beras, Pelaku Industri Peringatkan Pemerintah
Ketua Bank Sampah Sakura Sukinah mengatakan pengumpulan sampah organik dilakukan oleh warga. Bank sampah berbasis warga ini rata-rata per bulan bisa mencapai 30 kilogram sampah.

Setiap dua minggu sekali beberapa jenis plastik dan sampah rumah tangga lainnya di rumah masing-masing dibawa ke bank sampah.
 
"Harga sampah per kilo mulai Rp1000-4000 ribu rupiah. Tapi kalau tembaga atau Kuningan jatuhnya tinggi bisa sampai Rp50.000," ujar Sukinah saat ditemui di Pulau Untung Jawa, Senin (27/8).

Baca juga :
Setop Spekulasi Kelangkaan Plastik, Wamenperin: Tidak Perlu Khawatir
Warga yang menjadi anggota Bank Sampah disebut nasabah sampah, mereka juga mendapatkan buku tabungan sampah yang berisi barang-barang apa saja yang mereka setor.

Mekanisme menjadi nasabah dimulai dari warga mendaftarkan diri, lalu dikasih buku tabungan yang disimpan sendiri oleh nasabah.


Nah untuk pengambilan tabungan disepakati antara pengurus dengan nasabah. Bisa tiap Munggahan atau sesuai kesepakatan antara nasabah pengurus bank. "Meski secara realita ada juga warga yang mengharapkan cash," seloroh Sukinah.

Setelah ditimbang kemudian dijual ke pelapak lalu ke Recycle Business Unit (RBU) untuk dipilah-pilah sampahnya agar bisa di-recycle kembali.

Program yang dimulai sejak akhir Juli 2017 ini menurut Lurah Untung Jawa Ade Slamet telah memiliki nasabah mencapai 31 orang yang terdiri dari tiga Rukun Warga.

"Selain ada nilai ekonomis yang bisa mereka dapatkan, tujuan pentingnya ialah edukasi soal sampah. Menjaga kebiasaan mereka agar tidak buang sampah sembarangan dan memanfaatkan sampah untuk didaur ulang," tutur Ade.


 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Sampah Pulau Untung Jawa Plastik

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777