https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Harapan Baru bagi Pengidap Skoliosis

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 20/07/2018 13:23 WIB



Terapi non operasi menjadi harapan baru bagi pasien kelainan tulang belakang atau skoliosis. Labana Simanihuruk (Foto: Ecka Pramita)

akarta - Terapi non operasi, yang terdiri dari observasi, terapi dan latihan Fisik, penggunaan penunjang (bracing), terapi alternatif dan komplementer terbukti bermanfaat untuk menghentikan progres tulang pasien, membuat badan lebih seimbang, mengoreksi agar tampilan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Namun penting untuk diingat, deteksi dini secara akurat merupakan langkah penting yang harus dilakukan dalam perawatan skoliosis.
Di samping itu, penggunaan penunjang yang tepat (bracing) juga merupakan terapi yang signifikan untuk pasien skoliosis.

Ahli Fisiologi dan Anatomi Labana Simanihuruk mengatakan ada berbagai cara perawatan skoliosis, salah satunya yaitu dengan terapi non-operasi. Terapi nonoperasi dikatakan sebagai harapan baru bagi pasien skoliosis karena dapat mengkoreksi kurva derajat yang besar.

Baca juga :
Brace Dani Olmo Mantapkan Tren Positif Barcelona
"Umumnya, terapi non-operasi yang dilakukan yaitu penggunaan brace, exercise, dan latihan fisik dengan alat fisioterapi untuk mengurangi rasa nyeri," ucapnya.

Brace, lanjut Labana sangat berperan mengkoreksi kurva terutama bagi pasien yang memiliki kurva lebih dari 30 derajat dan ditambah melakukan exercise sesuai dengan bentuk kurva, bukan exercise konvensional.

Baca juga :
Cetak Brace, Lewandowski Pimpin Top Skorer La Liga
Mengenai jenis dan efektif tidaknya penggunaan brace ia mengatakan brace secara klinis telah terbukti dapat mengurangi lengkung atau kurva pada kasus umum skoliosis dan khyphosis, mengurangi sakit, memperbaiki postur tubuh, memperlambat pertumbuhan kurva pada anak, memperbaiki bentuk tubuh dengan mengurangi tonjolan tulang iga serta mensejajarkan bahu dan pinggang.

“Kami bekerja dengan akurasi tinggi mulai dengan mendeteksi secara teliti menggunakan scolio meter dan metode adam test pada tahap awal. Bila didapatkan tanda-tanda skoliosis, maka dilakukan pengecekan menggunakan X-Ray.

Baca juga :
Haaland Kecewa Gagal Hattrick di Laga Debut

Selain itu juga menggunakan metode X-Ray PA lateral dan lateral dengan Ferguson Technique. Lalu ditentukan terapi yang tepat dan sesuai dengan tujuan.

Ada 5 jenis brace yang dapat digunakan sesuai dengan kondisinya, yaitu pertama Scolibrace yang juga digunakan sebagai koreksi skoliosis. Kedua, Lumbar brace/elderly brace untuk dewasa atau manula yang mempunyai denovo skoliosis.

Ketiga, Kypho brace bagi pasien kyphosis. Keempat, Scolinite untuk anak-anak dengan derajat kurva
“Efektif atau tidaknya brace dapat dilihat dari kualitas design dan pembuatan brace dan mampu melakukan koreksi atau perbaikan kurva skoliosis,"

Brace juga harus bisa di setel kembali mengikuti perkembangan kurva pasien. Brace ini telah memenuhi standar internasional dan dipakai di seluruh dunia hingga memberikan hasil koreksi yang maksimal.


Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Brace Skoliosis Terapi Non Operasi

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777