Matt Damon berkunjung ke Indonesia (Foto: Instagram)
Jakarta - Co founder Water.org, Matt Damon, didampingi CEO Water.org Gary White, blusukan ke desa-desa di Kabupaten Batang dan Kendal, Jawa Tengah.
Mereka ingin melihat langsung kemajuan program Water.org di Indonesia dengan mengunjungi lembaga keuangan mikro dan penyedia layanan air mitra Water.org dan mengalami dampak positif langsung dari orang-orang yang diuntungkan oleh program tersebut.Sudah bertahun-tahun Wanuti dan tiga anaknya harus antri untuk mandi dan buang hajat di kamar mandi umum. Berkat Kredit Sanitasi yang diberikan Komida, dia dan keluarganya kini punya jamban dan kamar mandi “bermartabat,” yang dibangun dan dihasilkan atas usahanya sendiri.
Setelah mengunjungi Desa Kertosari, mereka melanjutkan perjalanan ke Desa Denasri Kulon yang masih di Kabupaten Batang dimana mereka bertemu dengan direktur PDAM Batang, Yulianto. PDAM Batang telah bermitra dengan Water.org sejak 2016. Hingga saat ini, PDAM Batang memiliki 41.527 sambungan rumah tangga. Dengan dukungan Water.org, PDAM Batang menargetkan 2.900 sambungan baru dan mereka telah melampaui target dengan menjangkau 3.457 rumah tangga baru. Di Desa Denasri Kulon, mereka mengunjungi beberapa pelanggan PDAM Batang, salah satunya adalah Suntoro, seorang pekerja konstruksi. Selama percakapan dengan para pendiri Water.org, Suntoro mengklaim bahwa kualitas kehidupan keluarganya telah meningkat sejak mereka menggunakan sambungan air dari PDAM Batang melalui program WaterConnect-nya.Dari Desa Denasri Kulon, perjalanan dilanjutkan ke Desa Selopanjang Barat, Kabupaten Batang. Mereka mengunjungi pesantren tradisional, Sabillun Najah. Bagi Matt Damon dan Gary White, mengunjungi pesantren adalah pengalaman yang berbeda dan pertama kalinya buat Mereka. Sebanyak lebih dari 50 anak di sekolah asrama pesantren tersebut berdialog dengan mereka berdua didampingi Ustad Wahidin.Mereka melakukan perbincangan yang sangat bermanfaat dengan beberapa anak-anak santri. Terutama sekali tentang arti pentingnya kebersihan dan sanitasi bagi kehidupan mereka. Sejak Pesanteran Sabillun Najah berlangganan air perpipaan PDAM kini para santri bisa memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan bermain.Mereka sekarang tidak harus berjalan jauh untuk mendapatkan air berkat program WaterConnect yang disediakan oleh PDAM Batang.
“Selama ini kami bersama dan bergilir mengambil air ke sumur. Airnya keruh dan berwarna kuning. Kamar mandi pesantren jadi kurang bersih, “ jelas Ustad Wahidin.
“Anadzho fatu minal iman. Kebersihan itu sebagian dari iman. Hadis dari Rasulullah SAW.” Gary lanjut bertanya. “Bersih itu seperti apa?” dijawabnya lagi oleh santri, “Bersih pakaian dan tubuh kita.”
Selasa, 14/07/2026 05:50 WIB