https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Zulkifli Hasan: Pancasila Itu Mempersatukan, Bukan Memisahkan

Supianto | Jum'at, 01/06/2018 18:50 WIB



Meski para pendiri bangsa berasal dari berbagai organisasi dan golongan namun mereka bisa melahirkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika Ketua MPR Zulkifli Hasan memperingati Hari Lahir Pancasila bersama Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (1/6)

Jakarta - Bagi Ketua MPR Zulkifli Hasan Pancasila adalah perilaku yang mempersatukan, bukan justru memisahkan sesama anak bangsa. Itu disampaikan kala memperingati Hari Lahir Pancasila bersama Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (1/6).

Dikatakan oleh Zulkifli Hasan, para pendiri bangsa yang terhimpun dalam BPUPKI maupun PPKI mampu meletakan dasar-dasar negara yang kokoh.

Meski para pendiri bangsa berasal dari berbagai organisasi dan golongan namun mereka bisa melahirkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga :
Pelantikan Pengurus PAN se-Jatim, Viva Yoga Dorong Kader Jaga Soliditas
Pria asal Lampung itu mengatakan Pancasila adalah sumber dari segala sumber sendi kehidupan bangsa Indonesia. "Pancasila adalah perekat bangsa, bukan alat untuk mengkotak-kotakan," tegas Zulkifli Hasan. Sila-sila yang ada disebut harus menjiwai seluruh bangsa. Diakui saat ini banyak kejadian atau peristiwa yang jauh dari nilai-nilai Pancasila.

"Sekarang orang tak lagi bermusyawarah, maunya menang-menang," ungkapnya.

Baca juga :
SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa untuk Saling Menguatkan

Hal demikian bisa terjadi karena terjadi pengingkaran terhadap Demokrasi Pancasila. Saat ini diakui yang berkembang malah demokrasi transaksional. "Demokrasi transaksional membikin gaduh. Hal demikian harus diubah," jelasnya.

Zulkifli Hasan mengharap ke depan demokrasi yang berkembang harus lebih baik. "Tak lagi pakai uang dalam berpolitik," paparnya. Saat ini disebut, dalam berpolitik, sedikit-dikit menggunakan uang. "Padahal Pancasila mengedepankan nilai-nilai," tegasnya.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April
Akibat mengedepankan uang maka jabatan politik dianggap sebagai jalan pintas untuk mencari uang. "Dari sini lahirlah korupsi, kolusi, dan nepotisme," ucapnya.

Zulkifli Hasan yakin bila bangsa ini kembali ke Pancasila, membuat bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan dihargai oleh bangsa lain. "Inilah cita-cita pendiri bangsa," ungkapnya.

Di hadapan ratusan anggota IARMI dan Menwa Jayakarta, Zulkifli Hasan mengajak kepada mereka, di tahun politik ini IARMI dan Menwa harus menjadi pelopor persatuan dan kesatuan.

"Kalau merah putih terkoyak, kalian yang harus menjahitnya," tegasnya. Bagi Zulkifli Hasan, perbedaan, warna-warni, itu dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945. "Yang tak boleh kita berantem karena merah putih kita sama," paparnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Zulkifli Hasan Pancasila

Terkini | Selasa, 28/07/2026 04:08 WIB

Terpopuler

Minggu, 26/07/2026 03:03 WIB
Humanika

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Diperingati Setiap 26 Juli?

Jum'at, 24/07/2026 15:34 WIB
Info Bank BNI

BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777