8 Fakta Menarik Tentang Gangguan Hiperseksual
Sundari | Senin, 31/12/2018 04:24 WIB
Ilustrasi foreplay (foto: Fairplay)
Jakarta - Keintiman dan kebutuhan seksual adalah sesuatu yang alamiah selama ia normal. Namun, apa yang terjadi ketika dorongan untuk melakukan hubungan seks itu kuat dan kompulsif?
Itu mengarah ke kondisi yang dikenal sebagai gangguan hypersexuality! Anda akan melakukan banyak hal untuk bisa menikmati hubungan seksual, tanpa terlalu memperhatikan konsekuensinya.
Nah, ini adalah tanda-tanda dari gangguan hypersexuality. Dalam istilah medis, hiperseksualitas dapat digambarkan sebagai dorongan yang tidak dapat dikendalikan untuk menikmati aktivitas seksual.
Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang gangguan hiperseksualitas.
Fakta 1Hiperseksualitas juga dikenal sebagai kecanduan seks karena sifat adiktif pasien yang berputar di sekitar aktivitas seksual dan fantasi seksual.
Fakta 2Orang yang menderita hiperseksualitas menikmati tontonan pornografi yang kompulsif dan bahkan masturbasi kompulsif, jika mereka tidak dapat menemukan pasangan untuk membantu memuaskan dorongan kuat mereka.
Fakta 3Fakta lain tentang gangguan hypersexuality biasanya seseorang yang menderita gangguan ini mencari pertemuan biasa, di mana mereka cenderung "meramalkan" pasangan seksual mereka sebagai sesuatu yang dapat memuaskan dorongan mereka.
Fakta 4Biasanya, orang-orang dengan hiperseksualitas menderita akibat depresi, kecemasan dan kesepian, karena mereka tidak mampu menemukan pasangan jangka panjang.
Fakta 5Meskipun hiperseksualitas adalah gangguan mental tersendiri, gejala hiperseksualitas tertentu juga dapat ditemukan pada orang yang menderita penyakit Parkinson.
Fakta 6Penyebab pasti perkembangan hiperseksualitas pada manusia masih belum diketahui. Namun, beberapa penelitian telah mengklaim bahwa hiperseksualitas bisa menjadi hasil dari ketidakseimbangan dalam kimia otak atau hormon dan juga karena pelecehan seksual atau trauma selama masa kanak-kanak.
Fakta 7Orang dengan hiperseksualitas berada pada risiko serius mengembangkan penyakit menular seksual, karena mereka menikmati perilaku seksual berisiko, seringkali dengan pelacur atau orang yang tidak mereka kenal dengan baik, tanpa menggunakan perlindungan.
Fakta 8Gejala hiperseksualitas dapat dikurangi, meskipun tidak sepenuhnya dapat disembuhkan, dengan obat-obatan dan terapi perilaku.
KEYWORD :
hubungan intim hiperseksual gangguan kesehatan