https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Olahraga Pra Operasi Bisa Bantu Pasien Kanker Paru-paru

Supianto | Sabtu, 10/02/2018 14:10 WIB



Para penulis mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa ruting melakukan olahraga sebelum operasi kanker paru-paru sangant bermanfaat. Ilustrasi olahraga ringan push up

Jakarta - Para peneliti menyarankan agar pasien yang mengidap kanker paru-paru bisa mengurangi separuh risiko komplikasi pasca operasi dengan melakukan program olahraga sebelum operasi.

Untuk penelitian tersebut, para periset menganalisis laporan tentang 13 uji klinis yang mencakup total lebih dari 800 orang yang menjalani operasi kanker. Pasien telah diobati untuk kanker usus, hati, kerongkongan, paru-paru, mulut atau prostat.

Di antara pasien kanker paru-paru, berolahraga secara teratur sebelum operasi dikaitkan dengan 48 persen kemungkinan komplikasi pasca operasi lebih rendah. Selain itu, pasien ini bebas dari rumah sakit sekitar tiga hari lebih awal dari yang lain.

Baca juga :
Plt Sesjen MPR Bagikan Kisah Inspiratif Lawan Ketakutan Deteksi Dini

Menurut pusat Penelitian Bedah Hasil di University of Sydney, di Australia, dan penulis penelitian ini, Daniel Steffens bahwa semakin sering pasien kanker paru-paru berolahraga, semakin rendah risiko komplikasi.

Namun, para peneliti tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibatnya. Dan hubungan antara orahraga dan operasi untuk jenis kanker lainnya tidak jelas, terutama karena beberapa penelitian melihat kanker lainnya, dan kualitas bukti yang buruk.

Baca juga :
Berbagai Gejala Awal Kanker Ovarium yang Jarang Disadari

"Komplikasi pasca operasi merupakan perhatian utama pasien yang menjalani operasi kanker," kata Steffens dan rekannya menulis dalam sebuah rilis berita jurnalis.

Para penulis mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa ruting melakukan olahraga sebelum operasi kanker paru-paru sangant bermanfaat.

Baca juga :
Perempuan Single Berisiko Terkena Kanker Ovarium, Benarkah?

"Temuan ini juga dapat berdampak pada biaya perawatan kesehatan dan kualitas hidup pasien, dan akibatnya memiliki implikasi penting bagi pasien, profesional perawatan kesehatan dan pembuat kebijakan," namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Lama program olahraga dalam penelitian berlangsung dari satu sampai empat minggu (rata-rata dua minggu), dan frekuensinya bervariasi dari tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu. Latihan meliputi latihan aerobik (seperti berjalan kaki) dan latihan beban.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker Paru-paru Komplikasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777