https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Kembangkan Kalajengking untuk Keperluan Medis

Supianto | Sabtu, 27/01/2018 16:53 WIB



Saat ini sekelompok tiga peneliti yang telah menyerahkan ide penangkaran kalajengking tersebut menumbuhkan hewan di laboratorium untuk mengumpulkan kalajengking. Iran kembangkan kalajengking untuk keperluan medis

Tehran - Sekelompok peneliti Iran di Universitas Azad Islam Najafabad, provinsi Isfahan tengah, berhasil menghasilkan rencana untuk mempertahankan kelangsungan hidup kalajengking melalui penangkaran untuk tujuan ekstraksi racun.

Saat ini sekelompok tiga peneliti yang telah menyerahkan ide penangkaran kalajengking tersebut menumbuhkan hewan di laboratorium untuk mengumpulkan kalajengking.

Seluruh proyek tersebut menghabiskan biaya sekitar 1 miliar rials Rp292 juga sejauh ini dan racunnya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit seperti kanker, arthritis, dan multiple sclerosis (MS).

Baca juga :
Jepang Terima Kapal Tanker Pertama dari Selat Hormuz Sejak Perang Iran

Racun kalajengking adalah zat yang baru saja menjalani pengujian untuk menentukan kemungkinan manfaatnya bagi pengobatan manusia. Tampaknya racun kalajengking lebih dari sekadar mekanisme pertahanan yang berbahaya bagi seorang arakhnida.

Penelitian saat ini tentang racun kalajengking dianggap terlambat, meski ada manfaatnya bagi keperluan medis. Beberapa orang percaya racun kalajengking suatu hari bisa digunakan untuk menyembuhkan Lupus dan Rheumatoid Arthritis.

Baca juga :
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz dalam 30 Hari

Ini telah dieksplorasi untuk membantu beberapa kasus multiple sclerosis dan kanker, dan membantu transplantasi jantung. Beberapa orang berharap racun kalajengking akan digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit suatu hari nanti.

Racun kalajengking mengungguli daftar cairan termahal di dunia. Racun kalajengking berharga USD39.000.000 atau sekita Rp519 miliar per galon sedangkan darah manusia, senilai USD1.500 atau sekitar Rp1,9 miliar per galon.

Baca juga :
Iran dan Oman Bertemu Bahas Navigasi di Selat Hormuz

Younes Shakibzadeh, anggota tim peneliti Iran, menjelaskan bahwa kalajengking hidup sampai 7 tahun dan jika kalajenginkin tersebut  diberi makanan yang sehat, ia dapat diperah dua kali setahun.

Prestasi seperti itu akan membantu ilmuwan Iran untuk mandiri dalam memproduksi kalajengking untuk tujuan medis di masa depan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Iran Kalajengking Medis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777