https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS Sulit Lindungi 50.000 Tentaranya dari Serangan Iran

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 21/07/2026 16:22 WIB



Amerika Serikat dinilai menghadapi kesulitan melindungi sekitar 50.000 personel militernya di Timur Tengah dari serangan Iran Penampakan rudal Iran (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat dinilai menghadapi kesulitan melindungi sekitar 50.000 personel militernya di Timur Tengah dari serangan Iran yang masih memiliki persenjataan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.

Laporan The Wall Street Journal pada Senin menyebut tiga rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pekan lalu.

Keberhasilan rudal tersebut menembus pertahanan udara AS menunjukkan tantangan yang dihadapi Washington dalam melindungi pasukannya di kawasan, menurut laporan itu.

Baca juga :
Iran Serang Pusat Data Amazon Milik AS

Mengutip pejabat AS, surat kabar tersebut melaporkan serangan Iran menghantam barak prefabrikasi di pangkalan yang menampung personel militer AS.

Laporan tersebut juga menyebut jenazah korban lain ditemukan di pangkalan, namun identitasnya belum dapat dipastikan.

Baca juga :
Masih Memanas, Iran Ancam Balas Rencana Invasi Pasukan AS di Pulau Kharg

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 18 Juli mengatakan dua prajurit AS tewas dan satu lainnya hilang akibat serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

Serangan itu merupakan satu dari tiga serangan rudal yang terjadi dalam kurun 24 jam, menurut pejabat AS.

Baca juga :
Iran Isyaratkan Diplomasi Tetap Terbuka di Tengah Baku Tembak dengan AS

Sementara itu, CBS News, mengutip Pentagon, melaporkan hampir 100 personel militer AS terluka akibat serangkaian serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dengan alasan merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan.

Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara tidak lagi berlaku.

Sumber: Sputnik

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Iran Iran AS Tentara AS Rudal Balistik

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777