https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Internasional

Tingkat Diskriminasi di Penjara Masih Mengerikan

Redaksi | Kamis, 19/10/2017 11:02 WIB



Runnymede Trust, sebuah kelompok pemikir kesetaraan ras, dan University of Greenwich menyelidiki perlakuan terhadap narapidana pria berkulit hitam. Ilustrasi Penjara

Jakarta - Sebuah penelitian menemukan, kulit hitam dan Muslim cenderung diperlakukan dengan buruk di penjara. Perlakukan tersebut dinilai dapat berakibat fatal pada kesehatan mental pelaku tersebut.

Runnymede Trust, sebuah kelompok pemikir kesetaraan ras, dan University of Greenwich menyelidiki perlakuan terhadap narapidana pria berkulit hitam dan minoritas (BAME), yang melakukan survei terhadap 340 narapidana di empat penjara.

Sekitar 100 orang yang disurvei mengaku didiskriminasikan berdasarkan ras dan agama. Mereka harus tunduk pada budaya dan rasial oleh petugas lapas.

Baca juga :
KPK Dalami Pertemuan Hilman Latief dan Yaqut Cholil Bahas Kuota Haji

Para periset menemukan berkulit hitam mendapatkan perlakuan lebih buruk dibandingkan dengan tahanan kulit putih sekitar. Hal itu terlihat  selama pengasingan enam bulan terakhir. Hampir sepertiga tahanan Muslim tidak memiliki pekerjaan di penjara atau mengikuti kursus pendidikan, dibandingkan dengan 17% tahanan Kristen. Masalah ini terutama mempengaruhi rehabilitasi, kata Runnymede.

Zubaida Haque, rekan riset Runnymede Trust, mengatakan, pelaku kehilangan hak kebebasannya, terutama terkait dengan keselamatan pribadi.

Baca juga :
Kasus Kanker Kolorektal pada Anak Muda Meningkat, Ilmuwan Ungkap Pemicunya

Ia mengatakan kurangnya petugas lapas berdampak pada perlakuan terhadap narapidana. Namun, pekan lalu pemerintah berjanji untuk meningkatkan jumlah petugas BAME dalam menanggapi audit perbedaan ras mereka. Ada kesenjangan keragaman ras yang signifikan karena staf penjara BAME hanya berjumlah 6% dari semua petugas lapas.

Badan amal tersebut mengatakan pemerintah perlu mempekerjakan empat kali lebih banyak petugas penjara BAME untuk mencerminkan populasi penjara. Darrick Jolliffe dari pusat kriminologi di University of Greenwich menimbulkan kekhawatiran tentang hubungan antara perlakuan buruk dan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.

Baca juga :
FA Luncurkan Penyelidikan Dugaan Kasus Mata-Mata Southampton

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kulit Hitam Muslim

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777