https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

CO2 di Atmosfir Meningkat, Indonesia Harus Tanggung Jawab

Mutiul Alim | Senin, 16/10/2017 18:47 WIB



Sepanjang 2015 hingga 2016, bumi mengalami peningkatan CO2 paling pesat selama hampir 2.000 tahun belakangan. Ilustrasi kekeringan

Jakarta – Ilmuwan NASA menyimpulkan kenaikan kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfir selama dua tahun terakhir, disebabkan oleh salah satu fenomena El-Nino yang terjadi pada 2015 silam.

Sepanjang 2015 hingga 2016, bumi mengalami peningkatan CO2 paling pesat selama hampir 2.000 tahun belakangan. Dan peningkatan itu sebagian besar berasal dari belahan bumi beriklim tropis, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Satelit Orbiting Carbon Observatory-2 (OCO-2), NASA menemukan panas dan kekeringan yang terjadi di Afrika, Indonesia, dan Amerika Selatan bertanggung jawab atas lonjakan pelepasan CO2 di atmosfer. Jumlahnya pun meningkat pesat sejak 2011.

Baca juga :
Trust Pesantren Melemah, NU: Antara Diam, Lelah dan Jalan Pulang

“Ketiga wilayah tropis ini melepaskan 2,5 gigaton (1 gigaton = 1 miliar ton) karbon dioksida, lebih banyak dari yang mereka lepaskan pada 2011,” kata peneliti Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA Junjie Liu dikutip dari IB Times, Senin (16/10).

“Analisis kami menunjukkan bahwa karbon dioksida tambahan ini jelas meningkatkan pertumbuhan CO2 antara 2011 hingga 216. Data OCO-2 memungkinkan kami mengukur bagaimana pertukaran karbon antara tanah dan atmosfir, di wilayah tertentu yang terdampak oleh El-Nino bertahun-tahun,” tambahnya.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK

Berdasarkan data yang diperoleh OCO-2, karbon dioksida tahun 2015-2016 lebih tinggi 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan itu mencapai 6,3 gigaton karbon, naik dari sebelumnya 4 gigaton per tahun. Sementara tingkat emisi yang dihasilkan manusia tidak menunjukkan peningkatan.

“Temuan tim menunjukkan bahwa jika iklim di masa depan membawa kekeringan lebih lama, seperti El-Nino terakhir, maka akan banyak karbon dioksida yang tertinggal di atmosfer, dan bumi akan makin hangat,” terang Deputi Proyek Ilmuwan OCO-2 Annmarie Eldering.

Baca juga :
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemanasan Global Karbon Dioksida Alam Kesehatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777