https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KPOP

Gunakan Kata SUM Market, SM Entertainment Kalah Gugatan

Redaksi | Senin, 31/07/2017 09:14 WIB



Baru-baru ini terungkat bahwa SM Entertainment telah kalah dalam tuntutan hukum melawan LG Househeold & Health Care karena menggunakan kata SUM sebagai brand toko mereka SUM Market

Jakarta - Baru-baru ini terungkat bahwa SM Entertainment telah kalah dalam tuntutan hukum melawan LG Househeold & Health Care, karena menggunakan kata SUM sebagai brand toko mereka.

Pengadilan Negeri Seoul telah memutuskan bahwa SM tidak lagi dapat menggunakan kata SUM karena dapat salah dengan merek LG Household & Health Care `su:m`.

"Penggunaan merek dagang yang serupa akan melanggar hak merek dagang, karena itu dapat membingungkan pedagang dan konsumen," Pengadilan Negeri Seoul.

Baca juga :
Politisi Yahudi Pelopor Hak LGBT Mati akibat Gagal Jantung

Banyak penggemar kpop terutama SM stan yang sudah tidak asing lagi dengan toko SUM Market. SUM atau SUM Market adalah toko yang dibuka oleh SM Entertainment dan menjual berbagai barang yang berhubungan dengan artis mereka. 

SM berdalih, "produk LG House & Health Carea diucapkan sebagai `soom (nafas)` sementara merek kami diucapkan sebagai `some (kata slang untuk sesuatu)`. Oleh karena itu gagasan kedua produk itu jelas berbeda."

Baca juga :
Ilmuwan Ungkap "Algoritma Alam" Daun Chinese Money Plant, Polanya Presisi

"Selain itu target pasar kami adalah wanita di usia remaja, sedangkan `su:m` lebih banyak menarget wanita paruh baya," tambahnya.

Meski begitu, pengadilan tetap tidak menerima alasan tersebut, karena menurutnya perbedaan font atau hal kecil sejenisnya, masih sulit untuk dibedakan oleh konsumen secara umum, "selain itu meski pasar SUM adalah penggemar remaja, konsumen utamanya adalah para turis yang melakukan wisata ke Korea, terutama dari Jepang dan China. Hal ini akan tumpang tindih dengan produk LG Household & Health Care yang juga dijual di kedua negara itu."

Baca juga :
Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Diluncurkan

Pengadilan menambahkan bahwa LG telah lebih dulu menggunakan istilah tersebut, yakni semenjak 2007 lalu dan telah menjadi merek terkenal di Korea. Sedangkan SM baru menggunakan kata itu pada 2015, karena itu penggunaan tersebut dianggap melanggar merek dagang.

Setelah keputusan dijatuhkan, pihak SM Entertainment tetap mengajukan banding atas keputusan itu, dan meminta pengadilan menunda perintah untuk penghentian pada hari berikutnya, permintaan ini pun diterima oleh Pengadilan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kpop SM Entertainment SUM Market LG

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777