https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Evaluasi Sekolah Rakyat, Mensos Soroti Masalah Kesehatan hingga Perundungan

Agus Mughni | Minggu, 27/07/2025 17:41 WIB



Evaluasi Sekolah Rakyat, Mensos Soroti Masalah Kesehatan hingga Perundungan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menggelar rapat evaluasi dan memeriksa berjalannya Sekolah Rakyat, pada Sabtu (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menggelar rapat evaluasi dan memeriksa berjalannya Sekolah Rakyat, pada Sabtu (26/7/2025). Rapat ini diikuti oleh 100 Kepala Sekolah Rakyat, Kepala Sentra dan Balai Kementerian Sosial, serta narahubung keduanya. 

Sekolah Rakyat telah berjalan dua pekan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 14 Juli lalu. Dalam perkembangannya, Mensos yang biasa disapa Gus Ipul ini menemukan adanya beberapa siswa yang menderita gangguan kesehatan di masa penyesuaian. 

"Seperti arahan Presiden Prabowo, masalah kesehatan anak-anak ini akan kita atasi bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat dengan layanan yang sesuai dengan fasilitas kesehatan di sana," kata Gus Ipul dalam keterangannya dikutip pada Minggu (27/7).

Baca juga :
WHO Tetapkan Wabah Ebola Mematikan sebagai Darurat Kesehatan Global

Selain masalah kesehatan, ada tiga hal lain yang menjadi perhatian utama Gus Ipul, yaitu bullying (perundungan), kekerasan fisik maupun seksual dalam lingkungan sekolah dan juga intoleransi. Ia meminta para kepala sekolah untuk memberikan perhatian khusus.

Tak hanya itu, guna memitigasi hal-hal tersebut, kata Gus Ipul, pihaknya akan menggandeng tim kurikulum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membuat Standar Operasional Prosedur untuk penanganan ketiganya. 

Baca juga :
Mensos Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat dan Tepat Sasaran

"Saya titipkan sejak awal kepada para kepala sekolah. Ini sedang dimatangkan kurikulumnya, SOP-nya, kode-kodenya supaya para kepala sekolah memiliki standar yang sama dalam memitigasi tiga hal yang tidak boleh terjadi di sekolah rakyat tersebut," kata dia. 

Untuk menjalankan Sekolah Rakyat secara maksimal, Gus Ipul juga ingatkan pentingnya bekerja sebagai tim. Meski Kementerian Sosial dan Sekolah Rakyat memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing, ia berpesan agar komunikasi tetap berjalan baik dan semua bisa menjalankan tugas dan perannya secara maksimal. 

Baca juga :
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

"Kita ini satu tim yang punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita selesaikan tugas kita masing-masing. Mari bekerja sebagai tim," kata Gus Ipul. 

Sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai penjuru Indonesia pada tahun 2025. 63 titik telah memulai MPLS dan 37 sisanya akan beroperasi saat renovasi bangunan selesai pada akhir Juli atau awal Agustus. 

Gus Ipul menambahkan, daerah dan latar belakang anak yang berbeda di tiap Sekolah Rakyat dapat memicu permasalahan yang berbeda pula. Karenanya, ia menyerahkan penanganan kepada Kepala Sekolah, meski tetap berpegang pada norma dan batasan yang berlaku. 

"Silakan berinovasi, silakan melakukan hal-hal yang mungkin dibutuhkan sesuai situasi dan kondisi bapak ibu sekalian, tetapi tetap dalam batas dan norma yang ada," ujar dia. 

Sebelum menutup rapat, tak lupa Gus Ipul menyampaikan kepada para Kepala Sekolah untuk bekerja secara terstandar dan berpegangan kepada buku panduan yang sebelumnya telah diberikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Sosial Menteri Sosial Gus Ipul Sekolah Rakyat Kesehatan Perundungan

Terkini | Rabu, 05/08/2026 02:01 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777