Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga internasional serta memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar.
Apresiasi itu disampaikan Habib Aboe saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang digelar Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi masyarakat.
“Saya selaku mitra kerja, atas nama Anggota Komisi III DPR RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga saya atas capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan,” kata Habib Aboe dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Politikus PKS itu menilai pengungkapan kasus dan pemusnahan barang bukti tersebut bukan sekadar bagian dari rutinitas penegakan hukum, melainkan bukti nyata keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika.
Menurutnya, Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika yang beroperasi lintas provinsi hingga internasional, sehingga layak mendapat apresiasi.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalimantan Selatan memusnahkan barang bukti berupa 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi yang berasal dari pengungkapan 26 laporan polisi dengan total 39 tersangka.
Habib Aboe menyebut keberhasilan itu diperkirakan telah menyelamatkan 863.033 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, negara juga berpotensi menghemat biaya rehabilitasi hingga sekitar Rp4,3 triliun, dengan nilai barang bukti yang dimusnahkan mencapai sekitar Rp311 miliar.
Ia mengingatkan bahwa bahaya narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam masa depan bangsa.
“Kita harus sadar betul bahwa narkoba adalah musuh bersama dan ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa. Dampaknya tidak hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, meretakkan hubungan keluarga, serta mengancam ketahanan nasional dan stabilitas ekonomi kita. Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa kita beri ruang sedikit pun,” ujarnya.
Habib Aboe juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pemberantasan narkotika dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kalsel hari ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Habib Aboe kembali menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polda Kalimantan Selatan atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman narkoba.
“Selamat dan terima kasih kepada Polda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran atas dedikasi tanpa lelah demi menjaga Banua kita tercinta tetap aman dan bersih dari narkoba. Maju terus Polda Kalsel, tetap semangat jaga benteng pertahanan bangsa,” pungkasnya.
Selasa, 04/08/2026 16:02 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB