https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Risiko Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencukur Bulu Ketiak

Vaza Diva | Rabu, 02/07/2025 11:01 WIB



Siapa yang menyangka bahwa mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan efek negatif Ilustrasi - bulu ketiak yang sudah di cukur (Foto: Unsplash/Engin Arkyut)

Jakarta, Jurnas.com - Mencukur bulu ketiak kerap dianggap sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri yang ringan. Aktivitas ini dilakukan oleh banyak orang untuk alasan kebersihan, kenyamanan, maupun penampilan.

Namun, siapa sangka, tindakan yang tampak sederhana ini bisa menimbulkan berbagai dampak negatif pada kulit, khususnya area ketiak yang terkenal sensitif.

Gesekan dari pisau cukur, apalagi jika alat tersebut tidak higienis atau teknik penggunaannya kurang tepat, dapat memicu iritasi. Kulit ketiak pun bisa mengalami kemerahan, gatal, bahkan terasa perih usai dicukur.

Baca juga :
Ini Bagian Tubuh yang Bisa Terasa Nyeri Akibat Kurang Tidur

Dalam jangka panjang, kebiasaan mencukur secara agresif juga berisiko menyebabkan perubahan warna kulit atau hiperpigmentasi, serta meningkatkan peluang terjadinya infeksi karena luka mikro pada permukaan kulit.

Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko di balik mencukur ketiak dan mempertimbangkan alternatif perawatan yang lebih ramah terhadap kulit.

Baca juga :
Mengenal Hedonisme dan Dampaknya pada Hidup

Berikut ini lima efek buruk yang bisa muncul akibat mencukur bulu ketiak:

1. Iritasi dan Luka Mikro

Mencukur sering kali menyebabkan luka-luka kecil tak terlihat di permukaan kulit. Luka mikro ini dapat memicu iritasi, rasa perih, atau bahkan rasa terbakar setelah mencukur, terutama jika langsung terkena deodoran atau keringat.

2. Infeksi Kulit

Luka kecil dari hasil mencukur bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri. Akibatnya, kulit bisa mengalami infeksi ringan hingga parah, seperti folikulitis (radang akar rambut) atau abses.

Baca juga :
Begini Dampak Judi Online Terhadap Kesehatan Mental dan Kehidupan

3. Kulit Menghitam (Hiperpigmentasi)

Gesekan dari pisau cukur yang berulang dapat memicu produksi melanin berlebih di area ketiak, sehingga kulit tampak lebih gelap dari warna sekitarnya. Ini sering kali menjadi keluhan utama bagi mereka yang rutin mencukur.

4. Pertumbuhan Bulu ke Dalam (Ingrown Hair)

Setelah dicukur, bulu ketiak bisa tumbuh ke arah dalam dan terjebak di bawah kulit, menyebabkan benjolan kecil, kemerahan, atau bahkan peradangan yang cukup menyakitkan.

5. Kulit Ketiak Menjadi Kasar

Mencukur secara rutin dapat merusak tekstur alami kulit, membuatnya terasa lebih kasar dan tebal. Ini terjadi karena lapisan kulit paling atas terus-menerus terkikis, memicu regenerasi kulit yang tidak optimal.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mencukur Bulu Ketiak Dampak Negatif

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777