https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketika Sepak Bola Menjadi Obat untuk Gangguan Mental

Mutiul Alim | Senin, 02/06/2025 14:58 WIB



Tak banyak yang tahu bahwa sepak bola juga berguna untuk menyembuhkan luka batin. Ilustrasi sepak bola (Foto: Unsplash/Leo Visions)

Jakarta, Jurnas.com - Ada banyak anggapan bahwa sepak bola mampu meredakan stres. Namun, tak banyak yang tahu bahwa olahraga yang menuntut keahlian mengolah si kulit bundar ini juga berguna untuk menyembuhkan luka batin.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga paling populer di dunia ini mulai dilirik sebagai bagian dari terapi untuk penderita gangguan mental, terutama mereka yang mengalami trauma berat dan stres pascatrauma (PTSD).

Fenomena ini bukanlah semata klaim emosional tanpa dasar. Sejumlah penelitian ilmiah dan laporan dari lembaga kesehatan menunjukkan bahwa sepak bola dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penyintas trauma.

Baca juga :
Ternyata Stres Tidak Tunggal, Ilmuwan Temukan 7 Jenis Tekanan Mental

Melalui permainan yang bersifat kolektif, ritmis, dan menyenangkan, sepak bola memberi ruang aman bagi individu yang terluka secara psikologis untuk kembali membangun rasa percaya, menemukan koneksi sosial, dan mengembalikan rutinitas hidup yang selama ini tercerabut.

Salah satu studi menarik datang dari Inggris. Organisasi Freedom from Torture bekerja sama dengan Arsenal FC untuk menciptakan program rehabilitasi berbasis olahraga, bagi para penyintas penyiksaan asal negara-negara konflik.

Baca juga :
Masuk Kategori Gangguan Mental, Disosiasi Berbeda dari Melamun

Penelitian yang dipublikasikan mengungkapkan bahwa partisipan mengalami penurunan gejala kecemasan dan isolasi setelah mengikuti sesi sepak bola yang dirancang dengan pendekatan trauma-sensitif. Rutinitas latihan, dukungan kelompok, serta interaksi yang terstruktur menjadi unsur penting dalam proses pemulihan.

Efek terapeutik dari sepak bola bahkan diakui dalam praktik medis modern. Dalam buku The Body Keeps the Score karya Dr. Bessel van der Kolk, dijelaskan bahwa pengalaman fisik seperti gerakan ritmis dan kerja sama tubuh dalam permainan tim dapat membantu mengaktifkan kembali bagian otak yang sempat ‘membeku’ akibat trauma. Bagi banyak penderita PTSD, kemampuan untuk menyambung kembali antara tubuh dan emosi adalah langkah krusial dalam proses penyembuhan.

Baca juga :
Jangan Disepelkan! Lima Kebiasaan Kecil Ini Bisa Mengubah Hidupmu

Lebih lanjut, jurnal PLOS Mental Health pada 2024 melaporkan hasil wawancara dengan sejumlah klinisi di Inggris yang menggunakan olahraga, termasuk sepak bola, sebagai bagian dari pendekatan integratif terhadap pasien PTSD dan kompleks PTSD (C-PTSD).

Para terapis menyebutkan bahwa sepak bola membantu pasien menyalurkan energi, mengatur pernapasan, membangun struktur harian, serta menumbuhkan rasa mampu dan percaya diri. Meski tidak dimaksudkan menggantikan terapi konvensional seperti CBT atau farmakoterapi, olahraga ini dipandang sebagai pelengkap yang kuat.

Bukti keberhasilan pendekatan ini juga tampak di berbagai penjuru dunia. Di Brasil, misalnya, program `Futebol de Rua` menjadi ruang aman bagi anak-anak jalanan dan korban kekerasan domestik untuk bermain sambil belajar mengelola emosi.

Di Suriah, Uganda, dan Palestina, beberapa LSM mengadakan turnamen komunitas di kamp pengungsi, dengan tujuan utama bukan untuk mencari pemenang, tapi untuk memulihkan semangat hidup mereka yang porak-poranda oleh konflik. Di tempat-tempat ini, bola yang menggelinding menjadi simbol harapan, dan setiap gol yang tercipta menjadi penanda bahwa luka batin bisa disembuhkan, sedikit demi sedikit.

Tidak hanya di negara-negara berkembang, pendekatan serupa juga dilakukan di pusat-pusat pemulihan trauma di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sepak bola digunakan sebagai jembatan sosial untuk mereka yang sulit percaya pada orang lain, termasuk para veteran perang dan korban kekerasan seksual.

Para pelatih yang terlibat dilatih untuk memahami psikologi trauma, dan lapangan menjadi tempat di mana rasa takut bisa ditukar dengan tawa, dan rasa malu berganti menjadi keberanian.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa setiap proses penyembuhan bersifat personal dan kompleks. Sepak bola tidak bisa dianggap sebagai obat ajaib. Namun, dalam banyak kasus, olahraga ini terbukti memberi ruang bagi penyintas trauma untuk menata kembali hidupnya dengan cara yang lebih manusiawi dan bermakna.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sepal Bola Gangguan Mental Penyakit PTSD

Terkini | Rabu, 17/06/2026 21:31 WIB

Olahraga

Chelsea Temukan Pemain Alternatif jika Gagal Boyong Morgan Rogers

Olahraga

Forest Tunda Perburuan Bek AS Roma Jan Ziolkowski

Ekonomi

BPDP Ajak UKMK Magelang Optimalkan Peluang Bisnis Turunan Sawit

Olahraga

Mourinho Minta Manajemen Madrid Datangkan Goncalo Inacio

Humanika

Dari Nabi Musa hingga Tragedi Karbala, Ini 6 Peristiwa di Bulan Muharram

News

KPK Berpeluang Panggil Ulang Petinggi Anak Usaha Adaro

News

BAM DPR Tindak Lanjuti Aspirasi APDESI Kemuning soal Konflik Agraria

News

PKB Instruksikan Dialog dengan Mahasiswa soal Program Prioritas Pemerintah

News

Kapal Tanker Iran Dilaporkan Telah Keluar dari Zona Blokade AS

News

Said Abdullah Pastikan PDIP Tak Terlibat Aksi Demo Mahasiswa

News

China Tawarkan Bantuan ke Iran dan Lebanon Atas "Bencana Kemanusiaan"

Ekonomi

Harga Batu Bara Periode II Juni Naik Jadi 123,91 Dolar AS per Ton

News

Rieke Kritik Anggara Komnas HAM: Dana Urus Kasus HAM Hanya 6 Persen

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777