https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ekonom Prediksi Kebijakan Tarif Impor Trump Pengaruhi Ekonomi Global

Samrut Lellolsima | Kamis, 03/04/2025 19:24 WIB



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan, terutama di sektor-sektor berorientasi ekspor seperti tekstil, produk karet, dan elektronik. Rupiah juga berisiko melemah seiring meningkatnya tekanan eksternal. Presiden AS Donald Trump saat pertemuan dengan duta besar AS di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Maret 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan kebijakan tarif impor ke beberapa negara, termasuk Indonesia, akan mempengaruhi ekonomi global.

Ekonom senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menjelaskan, pasar saham dunia, berpotensi mengalami volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah, nilai tukar mata uang di berbagai negara juga diprediksi ikut terseret.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan, terutama di sektor-sektor berorientasi ekspor seperti tekstil, produk karet, dan elektronik. Rupiah juga berisiko melemah seiring meningkatnya tekanan eksternal," kata Samirin dalam keterangan resminya, Kamis (3/4).

Baca juga :
Trump Janji Kirimkan 5.000 Pasukan Tambahan ke Polandia

Dia melanjutkan, langkah yang disebut Trump sebagai reciprocal tariff itu merupakan upaya strategi menyelamatkan fiskal AS, meskipun berpotensi merugikan banyak negara lain.

Dampak kebijakan itu. lembaga keuangan dunia, seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD diperkirakan akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga :
Presiden Lai Ching-te Ingin Bicarakan Nasib Taiwan dengan Trump

Investor juga cenderung mengamankan aset mereka ke instrumen yang lebih stabil, seperti emas dan obligasi pemerintah.

Bagi Indonesia, kebijakan tersebut memperberat tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen tahun ini.

Baca juga :
Pimpinan DPR Optimistis Ekonomi 2027 Lebih Kondusif

Kemudian, dari sisi tenaga kerja, peningkatan tarif impor AS terhadap produk Indonesia, yang didominasi oleh industri padat karya seperti sepatu dan tekstil, sambung Samirin, bisa memicu peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sisi lain, upaya refinancing utang pemerintah sebesar Rp 800 triliun dan pembiayaan utang baru Rp 700 triliun tahun ini menjadi semakin menantang.

Untuk itu, Samirin mengusulkan sejumlah langkah prioritas untuk menghadapi dampak kebijakan Trump, yaitu memperkuat cadangan devisa dengan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Selanjutnya, rekalibrasi APBN, dengan memangkas belanja yang tidak esensial dan mengalokasikan dana ke program peningkatan daya beli dan penciptaan lapangan kerja.

"Pengetatan impor, baik legal maupun ilegal, untuk melindungi produsen dalam negeri dan mengamankan pendapatan negara. Penguatan industri jasa keuangan, terutama perbankan dan pasar modal, agar mampu menjadi penyangga ketidakpastian ekonomi," paparnya.

Usulan berikutnya, pemerintah perlu menyusun kebijakan ekonomi yang jelas dan realistis, serta mengomunikasikannya secara efektif kepada publik. Serta meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara lain, termasuk Uni Eropa, ASEAN, India, Timur Tengah, serta Amerika Latin, untuk mengurangi ketergantungan terhadap AS.

"Menyiapkan tim negosiasi yang dapat berunding dengan AS di masa mendatang ketika kondisi lebih memungkinkan," tandasnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Presiden AS Donald Trump kebijakan tarif impor ekonomi global

Terkini | Minggu, 02/08/2026 16:04 WIB

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

News

BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam Atasi Karhutla Kalteng

Olahraga

Muluskan Transfer Guimaraes, Arsenal Sepakat Lepas Norgaard ke Everton

Humanika

Bacaan Doa Tawasul untuk Orang yang Sudah Wafat

News

Harga Bawang Merah Tembus Rp40.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.650

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777