Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag., kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) untuk periode 2026-2030 (Foto: Ist)
Bandung, Jurnas.com - Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag., kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) untuk periode 2026-2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) ASAFI 2026 yang berlangsung di Bandung, pada Kamis (22/10).
Pada kepengurusan mendatang, Kholid mendorong penguatan kolaborasi antaranggota, pendampingan program studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), serta peningkatan kualitas publikasi jurnal ilmiah, termasuk jurnal yang terindeks Scopus.
Kholid menyampaikan bahwa kepengurusan ASAFI akan tetap melibatkan banyak pihak demi menjaga kebersamaan dan memperkuat rasa memiliki terhadap asosiasi.
“Kepengurusan yang besar tidak masalah demi menjaga kekeluargaan,” ujar Kholid dalam sambutannya pada Jumat (23/10).
Ia juga membuka peluang bagi sebagian pengurus periode sebelumnya untuk kembali terlibat dalam kepengurusan 2026-2030.
Menurutnya, ASAFI perlu memperkuat pendampingan terhadap program studi yang membutuhkan dukungan, termasuk membantu dosen dalam proses kenaikan pangkat akademik.
Selain itu, ASAFI akan mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan memperluas penyelenggaraan agenda berskala internasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan akademik dan kelembagaan program studi AFI di berbagai perguruan tinggi.
Kholid Al Walid juga mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi dalam memajukan asosiasi secara bersama-sama.
Sebelum pemilihan ketua untuk periode baru, Kholid Al Walid menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan ASAFI periode 2022-2026.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah mendukung perjalanan organisasi sejak Oktober 2022.
Salah satu capaian yang disoroti adalah penguatan kelembagaan ASAFI, termasuk proses berbadan hukum dan penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.
Asosiasi juga menjalin hubungan dengan sejumlah lembaga serta mendorong kolaborasi antarprogram studi AFI.
Kholid Al Walid menilai, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama ASAFI selama periode kepengurusannya.
Lebih lanjut, ia menyebut partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan relatif aktif, dengan sekitar 70-80 persen anggota hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan asosiasi.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum terealisasi, di antaranya pengembangan situs web ASAFI serta peningkatan publikasi melalui media sosial.
“Kami siap dievaluasi dan diberi masukan. Juga mohon maaf atas kekurangan yang terjadi,” kata Kholid Al Walid.
Dalam pemaparan laporan tersebut, pengurus juga menyampaikan pengembangan jaringan kelembagaan dan kerja sama akademik.
Data ASAFI mencatat lebih dari 295 dosen dan peneliti dalam basis data organisasi, serta kemitraan dengan 22 jurnal terakreditasi dan 22 perguruan tinggi keagamaan Islam yang aktif.
Wakil Ketua ASAFI, Dr. Imam Iqbal turut berharap tradisi kepengurusan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dapat dipertahankan pada periode mendatang.
Menurutnya, ASAFI merupakan organisasi yang dikelola bersama oleh anggota dari berbagai kampus di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas ASAFI 2026, Maman Lukmanul Hakim, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 58 peserta dari 25 program studi AFI, baik jenjang sarjana maupun magister.
Melalui kepengurusan periode 2026-2030, ASAFI diharapkan dapat memperkuat kerja sama antaranggota, mendukung pengembangan karier akademik dosen, serta meningkatkan kualitas program studi AFI di berbagai perguruan tinggi.
Sabtu, 24/10/2026 07:35 WIB
Selasa, 20/10/2026 08:35 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB